Studi kasus Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 40/PUU-X/2012 terkait diberlakukannya Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik kedokteran gigi dan hak tukang gigi di Indonesia

Show simple item record

dc.contributor.advisor Savitri, Niken
dc.contributor.author Alfara, Grecita
dc.date.accessioned 2022-12-21T07:25:48Z
dc.date.available 2022-12-21T07:25:48Z
dc.date.issued 2020
dc.identifier.other skp41717
dc.identifier.uri http://hdl.handle.net/123456789/13988
dc.description 4686 - FH en_US
dc.description.abstract Dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 tertulis bahwa manusia memiliki hak-hak asasinya yang wajib untuk dilindungi negara, dua dari hak asasi tersebut adalah hak atas kesehatan dan hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak. Di tahun 2012, Mahkamah Konstitusi mengeluarkan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 40/PUU-X/2012 berdasarkan permohonan uji materiil yang diajukan oleh seorang tukang gigi, bernama Hamdani Prayogo, yang kemudian berdampak kepada adanya benturan hak asasi manusia antara tukang gigi dengan masyarakat luas. Padahal pada prinsipnya, hak asasi manusia tidak boleh saling bertentangan atau berbenturan. Dari putusan Mahkamah Konstitusi tersebut timbul beberapa permasalahan yang kemudian diteliti dalam studi kasus ini. Bagaimana sebenarnya kedudukan antar kedua hak asasi yang saling berbenturan tersebut? Bagaimana Hakim Mahkamah Konstitusi menerapkan penalaran hukum pada saat memutuskan permohonan uji materiil? Sebagai tambahan, timbul juga persoalan berkenaan dengan bagaimana Mahkamah Konstitusi menjalankan kewenangannya. Hasil dari penelitian membuktikan bahwa alur penalaran hukum Hakim Mahkamah Konstitusi tersebut tepat, hanya saja premis-premis yang digunakan ternyata tidak tepat, yang pada akhirnya menimbulkan bentuan antara dua hak asasi manusia yang sebenarnya memiliki kedudukan yang setara. Mahkamah Konstitusi juga melakukan uji materiil sesuai dengan kewenangannya. Namun dalam putusan yang dikeluarkan, dapat dilihat bahwa Mahkamah Konstitusi melakukan hal yang melampaui kewenangannya. en_US
dc.language.iso Indonesia en_US
dc.publisher Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum - UNPAR en_US
dc.subject pertentangan hak asasi manusia en_US
dc.subject hak atas kesehatan en_US
dc.subject hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak en_US
dc.subject penalaran hukum en_US
dc.subject kewenangan mahkamah konstitusi en_US
dc.title Studi kasus Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 40/PUU-X/2012 terkait diberlakukannya Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik kedokteran gigi dan hak tukang gigi di Indonesia en_US
dc.type Undergraduate Theses en_US
dc.identifier.nim/npm NPM2016200148
dc.identifier.nidn/nidk NIDN0425076501
dc.identifier.kodeprodi KODEPRODI605#Ilmu Hukum


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search UNPAR-IR


Advanced Search

Browse

My Account