Penjatuhan tindakan kebiri kimia kepada pelaku kekerasan seksual terhadap anak

Show simple item record

dc.contributor.advisor Samosir, C. Djisman
dc.contributor.author Patricia, Maria
dc.date.accessioned 2022-12-19T04:17:01Z
dc.date.available 2022-12-19T04:17:01Z
dc.date.issued 2020
dc.identifier.other skp41670
dc.identifier.uri http://hdl.handle.net/123456789/13976
dc.description 4640 - FH en_US
dc.description.abstract Kasus kekerasan seksual terhadap anak dari tahun ke tahun semakin meningkat, hal ini menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat Indonesia. Ancaman pidana di dalam Undang-Undang Perlindungan Anak belum dianggap maksimal untuk memberikan efek jera kepada pelaku kekerasan seksual terhadap anak. Kebijakan baru dikeluarkan oleh Pemerintah untuk mengatasi permasalahan ini melalui tindakan kebiri kimia. Tindakan Kebiri Kimia bagi Pelaku Kekerasan Seksual terhadap Anak di Indonesia merupakan hal baru yang diatur dalam Pasal 81 dan 81A Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 menjadi Undang-Undang. Melalui penelitian normatif, dengan menggunakan berbagai literatur dan peraturan perundang-undangan terkait, dalam penelitian ini penulis berusaha memperjelas perbedaan sanksi pidana dan sanksi tindakan dalam hukum pidana dikaitkan dengan tindakan kebiri kimia, dan juga mengenai lembaga mana yang akan melaksanakan kebiri kimia ditinjau dari Kode Etik Kedokteran. en_US
dc.language.iso Indonesia en_US
dc.publisher Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum - UNPAR en_US
dc.title Penjatuhan tindakan kebiri kimia kepada pelaku kekerasan seksual terhadap anak en_US
dc.type Undergraduate Theses en_US
dc.identifier.nim/npm NPM2016200207
dc.identifier.nidn/nidk NIDK8862820016
dc.identifier.kodeprodi KODEPRODI605#Ilmu Hukum


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search UNPAR-IR


Advanced Search

Browse

My Account