Penerapan Conjugal Visit sebagai solusi dari masalah penyimpangan seksual narapidana pada lembaga pemasyarakatan di Indonesia

Show simple item record

dc.contributor.advisor Pohan, Agustinus
dc.contributor.author Helmi, Maria Margareta
dc.date.accessioned 2022-12-06T07:22:49Z
dc.date.available 2022-12-06T07:22:49Z
dc.date.issued 2021
dc.identifier.other skp42376
dc.identifier.uri http://hdl.handle.net/123456789/13883
dc.description 4860 - FH en_US
dc.description.abstract Pidana penjara tidak hanya merampas kemerdekaan seseorang, tetapi juga menimbulkan akibat terampasnya kehidupan seksual yang normal dari seseorang. Hal tersebut membawa konsekuensi munculnya masalah penyimpangan seksual di kalangan terpidana. Penelitian ini bermaksud untuk mengungkap masalah penyimpangan seksual narapidana pada Lembaga Pemasyarakatan di Indonesia dan mengangkat ide conjugal visit sebagai solusi dari masalah tersebut. Tentu saja, banyak hal yang harus dipertimbangkan dalam menggagas ide conjugal visit, seperti hambatan dan proyeksi dalam penerapannya. Melalui metode penelitian yuridis sosiologis dan pendekatan kualitatif, disertai studi pustaka terhadap hasil penelitian-penelitian, peraturan perundangan-undangan dan buku-buku serta jurnal ilmiah yang berkaitan, penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan perumusan kebijakan conjugal visit sebagai solusi dari masalah penyimpangan seksual narapidana pada Lembaga Pemasyarakatan di Indonesia. Penelitian ini menemukan adanya hubungan signifikan antara pemenuhan kebutuhan biologis manusia terhadap masalah penyimpangan seksual narapidana, dimana penyimpangan seksual narapidana terjadi pada saat kebutuhan biologis narapidana tidak terpenuhi. Di samping itu, ditemukan juga bahwa Lembaga Pemasyarakatan kerap dan marak dijadikan sebagai lapang bisnis seks oleh oknum tertentu. Maka dalam hal ini, conjugal visit dapat menjadi solusi. Namun demikian, penerapan conjugal visit di Indonesia akan mengalami hambatan kebudayaan Indonesia, manajerial dan yuridis. Bilamana conjugal visit akan diterapkan, diproyeksikan bahwa penerapan conjugal visit perlu memanifestasikan kebudayaan Indonesia, perlu didampingi dengan reformasi dalam sistem pemasyarakatan Indonesia dan conjugal visit perlu dilegalisasi melalui Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia. en_US
dc.language.iso Indonesia en_US
dc.publisher Program Studi Hukum Fakultas Hukum - UNPAR en_US
dc.subject Lembaga Pemasyarakatan en_US
dc.subject penyimpangan seksual en_US
dc.subject conjugal visit en_US
dc.title Penerapan Conjugal Visit sebagai solusi dari masalah penyimpangan seksual narapidana pada lembaga pemasyarakatan di Indonesia en_US
dc.type Undergraduate Theses en_US
dc.identifier.nim/npm NPM2017200045
dc.identifier.nidn/nidk NIDN0428085601
dc.identifier.kodeprodi KODEPRODI605#Ilmu Hukum


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search UNPAR-IR


Advanced Search

Browse

My Account