Ragam transformasi arsitektural bentuk hunian pasca bencana : studi kasus hunian tetap Desa di Pagerjurang dan di Desa Ngibikan

Show simple item record

dc.contributor.advisor Salura, Purnama
dc.contributor.author Ghazi, Muhammad Wildan Ali
dc.date.accessioned 2019-08-05T04:41:55Z
dc.date.available 2019-08-05T04:41:55Z
dc.date.issued 2018
dc.identifier.other skp37818
dc.identifier.uri http://hdl.handle.net/123456789/8630
dc.description 6037 - FTA en_US
dc.description.abstract Bencana yang terjadi di Indonesia menyebabkan banyak kerugian, dari korban jiwa manusia dan juga infrastruktur kota. Tidak hanya itu, perumahan yang menjadi tempat tinggal masyrakat mengalami kerusakan. Seperti bencana yang terjadi pada 27 Mei 2006 di Jogja menyebabkan hampir 109.028 rumah mengalami kerusakan, dan harus mengalami perbaikan. Jogja kembali mengalami bencana alam erupasi merapi terjadi pada 26 Oktober 2010 mengakibatkan 3.705 rumah mengalami kerusakan, menyebabkan warganya di haruskan berpindah tempat, karena tidak layak huninya hunian masyarakat dan willayah yang menjadi kawasan rawan bencana. Rumah hunian yang rusak mengalami rekonstruksi dan rehabilitasi sebagaimana yang diperlukan untuk mendapatkan kembali hunian dan memenuhi kebutuhan hidup masyarakat korban bencana. Setelah lebih dari satu dekade dibangunnya hunian yang telah mengalami proses rehabilitasi dan rekonstruksi, banyak hunian yang telah berubah bentuk sebagaimana kebutuhan penghuninya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana bentuk transformasi hunian yang telah direhabilitasi dan direkonstruksi, lalu mengklasifikasikannya menjadi beberapa ragam transformasi yang terjadi pada hunian tetap pagerjurang dan desa ngibikan. Berdasarkan topik yang dipilih pada kasus ini dikategorikan kedalam penelitian deskriptifanalisis. Penelitian ini akan memberi gambaran realitas terhadap objek yang diteliti melalui data yang telah diperoleh sebagaimana adanya tanpa menambah atau melebihkannya (obyektif). Setelah itu data yang telah terkumpul akan di analisis dan akan dikembangkan satu varibel yang nantinya akan digunakan untuk model pendidikan berbasis kompetensi. Hasil penelitian berupa analisis klasifikasi yang didalamnya terdapat ragam transformasi bentuk pada Hunian Tetap Desa Pagerjurang dan Desa Ngibikan. Klasifikasi yang menghasilkan ragam akan menjadi pedoman untuk membandingkan kedua bentuk transformasi arsitektural yang terjadi pada Hunian Tetap Desa Pagerjurang dan Desa Ngibikan. Penelitian bermanfaat yang didasari oleh kegunaan praktis, dapat bermanfaat bagi institusi terkait untuk menambah wawasan dan pandangan arsitek mengenai transformasi arsitektural pada hunian pasca bencana, juga dapat menjadi bahan acuan untuk mengkritisi ragam transformasi. Bagi mahasiswa penelitian ini dapat menjadi acuan, referensi, dan bahan studi lanjutan, untuk meneliti transformasi arsitekrural pada hunian pasca bencana. Bagi peneliti sendiri penelitian ini bermanfaat dapat menambah wawasan mengenai etika perancangan khususnya terhadap aspek makna fungsi dan bentuk bangunan. en_US
dc.language.iso Indonesia en_US
dc.publisher Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik - UNPAR en_US
dc.subject Ragam en_US
dc.subject Transformasi en_US
dc.subject Hunian en_US
dc.subject Anatomi Bangunan en_US
dc.title Ragam transformasi arsitektural bentuk hunian pasca bencana : studi kasus hunian tetap Desa di Pagerjurang dan di Desa Ngibikan en_US
dc.type Undergraduate Theses en_US
dc.identifier.nim/npm NPM2014420123
dc.identifier.nidn/nidk NIDN0409125501
dc.identifier.kodeprodi KODEPRODI611#Arsitektur


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search UNPAR-IR


Advanced Search

Browse

My Account