Kesinambungan pola sirkulasi terhadap kemudahan mobilitas pengunjung : studi kasus Istana Bandung Electronic Center, Bandung

Show simple item record

dc.contributor.advisor Sastrawan, Alexander
dc.contributor.author Susanto, Deviani
dc.date.accessioned 2017-11-08T01:26:38Z
dc.date.available 2017-11-08T01:26:38Z
dc.date.issued 2017
dc.identifier.other skp34675
dc.identifier.uri http://hdl.handle.net/123456789/3864
dc.description 5902 - FTA en_US
dc.description.abstract Penambahan bangunan baru khususnya pada bangunan pusat perbelanjaan seringkali terjadi, hal ini bertujuan untuk mengembangkan aktivitas di gedung perbelanjaan lama yang dianggap berpotensi dalam menjaga ataupun meningkatkan kualitas suatu pusat perbelanjaan, namun pengembangan tersebut dapat menjadi masalah jika dalam pembangunan awal suatu pusat perbelanjaan tidak memiliki rencana untuk menambah atau memikirkan tahap pembangunan kedua pada beberapa waktu kedepannya. Dampaknya, perancang harus mampu membuat jalur pertemuan sirkulasi di dalam rancangan bangunan yang terlihat menyatu antara gedung lama dan gedung baru menjadi satu kesatuan utuh, namun ada beberapa faktor yang harus disesuaikan dengan kondisi dan keadaan bangunan gedung lama agar bangunan yang dihasilkan dapat sinambung satu sama lain, khususnya dalam hal pola sirkulasi untuk memberi kemudahan mobilitas pengunjung. Penelitian ini akan membahas mengenai sirkulasi di dalam bangunan pusat perbelanjaan, khususnya pada kesinambungan antara pola sirkulasi bangunan lama dan bangunan baru gedung perbelanjaan. Pola sirkulasi pada bangunan perbelanjaan kemudian secara lebih jauh dapat ditinjau dari titik masuk, penataan layout, media sirkulasi, zoning, dan penempatan tenant yang kemudian akan mempengaruhi mobilitas pengunjung, khususnya guna memudahkan kebutuhan pengunjung dalam berbelanja. Objek yang digunakan adalah pusat perbelanjaan elektronik Istana Bandung Electronic Center atau sering disebut BEC yang terletak di Jalan Purnawarman no 13 – 15, Bandung. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif dilakukan dengan mengumpulkan data-data dari objek studi berupa denah, dokumentasi gambar atau foto, studi literatur, teori-teori, dan sebagainya. Metode kuantitatif dilakukan dengan mendata mobilitas pengunjung di dalam bangunan khususnya pada jalur pertemuan pola sirkulasi antar bangunan gedung lama dan baru yang ada di dalam area perbelanjaan BEC. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kesinambungan pola sirkulasi antar gedung lama dan gedung baru sebagai satu kesatuan pusat perbelanjaan, dilihat dari kemudahan mobilitas pengunjung di dalam bangunan, serta mengetahui dan menilai efektivitas gabungan pola sirkulasi antar gedung lama dan gedung baru di dalam area perbelanjaan Istana Bandung Electronic Center. en_US
dc.publisher Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik - UNPAR en_US
dc.subject kesinambungan en_US
dc.subject pola sirkulasi en_US
dc.subject kemudahan mobilitas pengunjung en_US
dc.subject pusat perbelanjaan en_US
dc.title Kesinambungan pola sirkulasi terhadap kemudahan mobilitas pengunjung : studi kasus Istana Bandung Electronic Center, Bandung en_US
dc.type Undergraduate Theses en_US
dc.identifier.nim/npm NPM2013420009
dc.identifier.nidn/nidk NIDN0412065501
dc.identifier.kodeprodi KODEPRODI611#Arsitektur


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search UNPAR-IR


Advanced Search

Browse

My Account