Adaptive reuse pada bangunan Cagar Budaya Gedung Tjipta Niaga di kawasan Cagar Budaya Kota Tua Jakarta

Show simple item record

dc.contributor.advisor Hartono, Harastoeti Dibyo
dc.contributor.author Munaba, Kristiadi Ricky
dc.date.accessioned 2024-07-25T03:06:20Z
dc.date.available 2024-07-25T03:06:20Z
dc.date.issued 2022
dc.identifier.other skp45034
dc.identifier.uri http://hdl.handle.net/123456789/17890
dc.description 6568 - FTA en_US
dc.description.abstract Gedung Tjipta Niaga merupakan bangunan cagar budaya yang berdiri pada tahun 1913 pada zaman kolonial Belanda. Bangunan yang berlokasi di kawasan Kota Tua Jakarta ini dulunya berfungsi sebagai perusahaan perbankan dan perniagaan yang bernama Internationale Crediet - en Handelsvereeniging Rotterdam (International Credit and Trade Association Rotterdam). Bangunan yang berumur 109 tahun ini merupakan warisan sejarah Bangsa Indonesia yang telah mengalami beberapa perubahan fungsi. Saat ini, Gedung Tjipta Niaga hanya merupakan bangunan kosong yang berfungsi sebagai ruang sewa untuk tempat pemotretan dan perfilman. Butuh upaya konservasi cagar budaya yang tidak hanya memulihkan kondisi fisik bangunan saja, namun juga menghidupkan kembali jiwa bangunan agar mampu menjadi karya arsitektur yang menaungi kegiatan pengguna di dalamnya, maka dalam penelitian ini dilakukan upaya adaptive reuse. Upaya adaptasi merupakan salah satu langkah konservasi cagar budaya dengan menyesuaikan fungsi baru ke dalam bangunan cagar budaya, sesuai dengan kebutuhan sosial dan lingkungan masa kini. Perubahan yang dilakukan terbatas dan mempertahankan muka bangunan. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, yaitu dengan mendeskripsikan kondisi, sejarah, dan konteks (sosial, lingkungan, dan regulasi) yang memiliki kaitan dengan Gedung Tjipta Niaga. Data yang diperoleh akan dianalisis berdasarkan nilai konservasi, nilai arsitektur, kelebihan dan kekurangan bangunan, serta potensi dan kendala kawasan sekitar. Analisis ini akan diolah lebih lanjut menggunakan analisis SWOT, demi mendapatkan strategi – strategi yang sesuai dalam perumusan usulan fungsi baru bagi Gedung Tjipta Niaga. Setelah itu akan dilakukan evaluasi berdasarkan prinsip adaptive reuse, untuk mendapatkan fungsi yang paling sesuai dalam upaya adaptive reuse pada Gedung Tjipta Niaga. Hasil dari penelitian adalah kombinasi fungsi toko/ retail dan galeri, sebagai fungsi yang paling sesuai dalam penerapan upaya adaptive reuse pada Gedung Tjipta Niaga. Fungsi tersebut dipilih berdasarkan kesesuaian dengan kebutuhan lingkungan dan sosial sekitar, serta kebutuhan ruang di dalamnya. Dengan keberadaan fungsi toko/ retail dan galeri di Kawasan Cagar Budaya Kota Tua Jakarta, hendaknya Gedung Tjipta Niaga mampu mencapai potensi maksimalnya sebagai karya arsitektur dan menghidupkan lingkungan, ekonomi, dan sosial bagi komunitas Kota Tua dan sekitarnya. en_US
dc.language.iso Indonesia en_US
dc.publisher Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik - UNPAR en_US
dc.subject BANGUNAN CAGAR BUDAYA en_US
dc.subject ADAPTIVE REUSE en_US
dc.subject KOTA TUA JAKARTA en_US
dc.subject GEDUNG TJIPTA NIAGA en_US
dc.title Adaptive reuse pada bangunan Cagar Budaya Gedung Tjipta Niaga di kawasan Cagar Budaya Kota Tua Jakarta en_US
dc.type Undergraduate Theses en_US
dc.identifier.nim/npm NPM6111801076
dc.identifier.kodeprodi KODEPRODI611#Arsitektur


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search UNPAR-IR


Advanced Search

Browse

My Account