Evaluasi ruang dan fasilitas Stasiun Bandung terkait kenyamanan mobilitas mandiri komunitas Tuli

Show simple item record

dc.contributor.advisor Lukman, Aldyfra Luhulima
dc.contributor.author Ozora, Chavia Lorenza
dc.date.accessioned 2024-07-24T08:13:54Z
dc.date.available 2024-07-24T08:13:54Z
dc.date.issued 2022
dc.identifier.issn NIDN0429057608
dc.identifier.other skp45033
dc.identifier.uri http://hdl.handle.net/123456789/17885
dc.description 6567 - FTA en_US
dc.description.abstract Aktivitas seseorang untuk bepergian menggunakan transportasi publik pada saat ini sudah dapat digolongkan menjadi salah satu kebutuhan dasar, menyebabkan kemampuan untuk melakukan mobilitas mandiri menjadi sangat penting untuk dimiliki setiap orang dan komunitas. Jenis komunitas ada berbagai macam, masing-masing memiliki kebutuhan berbeda-beda yang harus difasilitasi, salah satunya kebutuhan spesifik komunitas Tuli. Stasiun merupakan salah satu jenis transportasi publik yang paling sering digunakan oleh berbagai kalangan, terutama bagi masyarakat Kota Bandung. Berdasarkan pertimbangan waktu, kereta memiliki durasi perjalanan yang lebih cepat dan pasti dibandingkan transportasi darat lainnya, namun dari segi harga, masih lebih terjangkau dibandingkan pesawat. Artinya, potensi pemilihan kereta api sebagai sarana transportasi oleh kelompok Tuli cukup besar. Sebagai salah satu stasiun utama di kota besar, pemenuhan standar ruang dan fasilitas yang tersedia di Stasiun Bandung seharusnya sudah memadai dan dapat memenuhi kenyamanan pengguna. Namun, masih sering dijumpai aspek yang tidak hanya kurang memenuhi kenyamanan, melainkan juga belum memenuhi standar peraturan yang berlaku, terutama dalam kaitannya untuk memenuhi kebutuhan komunitas Tuli. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian kondisi eksisting ruang dan fasilitas Stasiun Bandung terkait standar dan peraturan yang berlaku dan pengaruhnya terhadap kenyamanan mobilitas mandiri komunitas Tuli berdasarkan teori Lingkungan Ruang Tuli dalam Perencanaan Kawasan. Sejauh mana kesesuaian tersebut digunakan untuk mengetahui apa saja yang perlu diubah, diperbaiki, atau ditingkatkan pada objek studi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data dari observasi, dokumentasi lapangan, studi literatur, serta wawancara. Wawancara dilakukan dengan mengambil sampel dari komunitas Tuli serta pengguna dan pengelola stasiun, sedangkan untuk mengecek keabsahan data dan teori menggunakan teknik verifikasi. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa kesesuaian kondisi eksisting stasiun dari segi peraturan termasuk kategori baik, sedangkan dari segi kenyamanan mobilitas mandiri komunitas Tuli masih tergolong dalam kategori cukup. Hal tersebut mengindikasikan perlu ada penyesuaian dan peningkatan elemen ruang terkait aspek ruang kelompok, jangkauan visual, mobilitas, kedekatan, warna, cahaya, refleksi, transparansi, dan akustik. en_US
dc.language.iso Indonesia en_US
dc.publisher Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik - UNPAR en_US
dc.subject LINGKUNGAN RUANG TULI en_US
dc.subject MOBILITAS MANDIRI en_US
dc.subject TULI en_US
dc.subject STASIUN BANDUNG en_US
dc.title Evaluasi ruang dan fasilitas Stasiun Bandung terkait kenyamanan mobilitas mandiri komunitas Tuli en_US
dc.type Undergraduate Theses en_US
dc.identifier.nim/npm NPM6111801013
dc.identifier.kodeprodi KODEPRODI611#Arsitektur


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search UNPAR-IR


Advanced Search

Browse

My Account