Regionalisme kritis pada rancangan karya Andra Matin : studi kasus Potato Head Beach Club, Katamama, Secret Garden Village, Titik Dua

Show simple item record

dc.contributor.advisor Herwindo, Rahadhian Prajudi
dc.contributor.author Said, Azka Zalfa Rahila
dc.date.accessioned 2024-07-24T04:08:14Z
dc.date.available 2024-07-24T04:08:14Z
dc.date.issued 2022
dc.identifier.other skp44980
dc.identifier.uri http://hdl.handle.net/123456789/17860
dc.description 6523 - FTA en_US
dc.description.abstract Kemajuan dan perkembangan teknologi menghantarkan kita pada zaman modern yang serba praktis. Dalam dunia arsitektur, hal tersebut tercerminkan pada pergeseran sosok bangunan yang lebih mengedepankan aspek fungsionalitas. Di Indonesia, tidak jarang bangunan bergaya modern lebih menonjol dan menarik perhatian masyarakat contohnya di Pulau Bali. Terdapat banyak bangunan modern yang kemudian hadir di Bali, salah satunya adalah beberapa bangunan rancangan Andra Matin yaitu Potato Head Beach Club, Katamama, Secret Garden Village, dan Titik Dua. Ketimpangan antara arsitektur modern dan arsitektur vernakular menjadi salah satu alasan munculnya pemikiran critical regionalism oleh Kenneth Frampton dalam bukunya yang berjudul ”Toward a Critical Regionalism : Six Point for an Architecture of Resistance (1985)”. Dalam bukunya, Frampton menekankan bagaimana suatu karya arsitektur harus dapat berbaur dengan modernisasi yang tidak dapat dihindari namun tetap menghargai dan tidak melupakan apa yang sudah ada terdahulu. Dalam konteks Bali, Eko Budihardjo telah merumuskan tujuh poin arsitektur Bali yang harus dilestarikan dalam bukunya yang berjudul “Architectural Conservation in Bali (1986)”. Pemilihan objek Potato Head Beach Club, Katamama, Secret Garden Village, dan Titik Dua didasari oleh lokasi perancangan yang berada di Bali yang memiliki kekayaan dari segi arsitektur. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan cara mendeskripsikan kondisi eksisting objek studi dan mengidentifikasi penerapan konsep regionalisme berdasarkan pemikiran critical regionalism milik Frampton dan aarsitektur Bali milik Budihardjo. Data objek studi dikumpulkan dengan cara wawancara, observasi, dan studi pustaka. Hasil analisis kemudian dijabarkan secara deskriptif dan dibandingkan untuk mengetahui persamaan dan perbedaan terhadap perancangan dalam menanggapi konteks regional. Hasilnya adalah dalam menanggapi konteks regional, Andra Matin banyak menggunakan pendekatan material sebagai salah satu cara untuk menghadirkan identitas Arsitektur Bali. Pendekatan material sebagai elemen fisik digunakan untuk menghadirkan unsur visual yang dapat dirasakan atau dilihat secara langsung. Pendekatan material dirasa sesuai dengan karakter desain Andra Matin yang modern. Penggabungan antara karakter desain dan pendekatan material menghasilkan keseimbangan antara nilai kelokalan dan modernnya. Dalam arti setiap pengunjung dapat melihat karakter Arsitektur Bali dengan hanya melihat ekspresi bangunan modern dari Andra Matin. en_US
dc.language.iso Indonesia en_US
dc.publisher Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik - UNPAR en_US
dc.subject BALI en_US
dc.subject REGIONALISME en_US
dc.subject REGIONALISME KRITIS en_US
dc.subject ANDRA MATIN en_US
dc.title Regionalisme kritis pada rancangan karya Andra Matin : studi kasus Potato Head Beach Club, Katamama, Secret Garden Village, Titik Dua en_US
dc.type Undergraduate Theses en_US
dc.identifier.nim/npm NPM6111801193
dc.identifier.nidn/nidk NIDN0412107301
dc.identifier.kodeprodi KODEPRODI611#Arsitektur


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search UNPAR-IR


Advanced Search

Browse

My Account