Kajian yuridis tentang pengelolaan terumbu karang di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil terhadap penguatan peraturan konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya

Show simple item record

dc.contributor.advisor Minulyo, Aloysius Joni
dc.contributor.author An'nur, Aizha Priyanka
dc.date.accessioned 2023-05-19T07:32:02Z
dc.date.available 2023-05-19T07:32:02Z
dc.date.issued 2022
dc.identifier.other skp42912
dc.identifier.uri http://hdl.handle.net/123456789/15137
dc.description 4940 - FH en_US
dc.description.abstract Sumber daya alam hayati menjadi bagian yang sangat penting bagi kehidupan manusia di dunia. Salah satu sumber daya alam hayati yang ada yaitu terumbu karang, manfaatnya yang sangat banyak membuat pemanfaatan terumbu karang harus dikelola. Keberadaan konservasi dapat menjadi salah satu upaya untuk melakukan pengelolaan pemanfaatan sumber daya alam hayati salah satunya terumbu karang. Pengelolaan konservasi di wilayah pesisir menjadi penting karena terumbu karang merupakan salah satu sistem penyangga kehidupan masyarakat pesisir. Namun pengelolaan terumbu karang pada saat ini masih kurang efektif, banyaknya illegal fishing, penangkapan ikan dengan bahan peledak sehingga merusak ekosistem terumbu karang dan tidak adanya rehabilitasi terhadap terumbu karang dapat menyebabkan kepunahan, di level peraturan perundang-undangan yang dalam penulisan hukum ini yaitu Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulaupulau Kecil pun masih terdapat banyak permasalahan seperti konflik kepentingan, kekosongan hukum, dan tumpang tindih antar peraturan perundang-undangan tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan hukum ini bersifat yuridis-normatif, dimana penulisan hukum ini sumber utamanya adalah peraturan perundang-undangan dan analisa deskriptif yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan. Penulisan hukum ini menunjukkan bahwa ada ketidakharmonisan dan ketidaksinkronan antara Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dengan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil dalam hal ini yang membahas mengenai pengelolaan terumbu karang. Namun, Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil mendukung perlindungan sumber daya alam hayati terutama terumbu karang yang termasuk ke dalam ranah Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.Untuk itu adanya hubungan yang harmonis dan sinkron antar peraturan perundang-undangan dapat menjadi solusi penegakan, pengelolaan, dan pemanfaatan sumber daya alam hayati khususnya terumbu karang di wilayah pesisir. en_US
dc.language.iso Indonesia en_US
dc.publisher Program Studi Hukum Fakultas Hukum - UNPAR en_US
dc.subject Konservasi en_US
dc.subject Terumbu Karang en_US
dc.subject Wilayah Pesisir en_US
dc.subject Harmonisasi dan Sinkronisasi Hukum en_US
dc.title Kajian yuridis tentang pengelolaan terumbu karang di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil terhadap penguatan peraturan konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya en_US
dc.type Undergraduate Theses en_US
dc.identifier.nim/npm NPM2017200259
dc.identifier.nidn/nidk NIDN0415116302
dc.identifier.kodeprodi KODEPRODI605#Ilmu Hukum


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search UNPAR-IR


Advanced Search

Browse

My Account