Pengaruh desain curtain wall terhadap performa pencahayaan alami pada bangunan bertingkat tinggi

Show simple item record

dc.contributor.advisor Gunawan, Ryani
dc.contributor.author Shadiqa, Dhiya
dc.date.accessioned 2023-01-16T07:37:17Z
dc.date.available 2023-01-16T07:37:17Z
dc.date.issued 2021
dc.identifier.other skp41311
dc.identifier.uri http://hdl.handle.net/123456789/14189
dc.description 6376 - FTA en_US
dc.description.abstract Bangunan bertingkat tinggi merupakan konstruksi yang sangat berkembang di Indonesia. Seiring dengan perkembangan tersebut, terdapat sebuah tren pada sistem fasad bangunan dimana dinding luar bangunan dibuat dengan sistem curtain wall dengan keseluruhan material pengisinya adalah kaca. Adanya cahaya matahari yang masuk ke dalam bangunan, tak terkecuali bangunan bertingkat tinggi, memang diperlukan untuk mendukung aktivitas sehari-hari. Namun, bukaan yang besar pada wilayah beriklim tropis berpotensi memasukkan cahaya matahari yang berlebihan ke dalam bangunan sehingga menimbulkan masalah kenyamanan visual. Yukata Suites merupakan salah satu bangunan tinggi di Indonesia yang menggunakan fasad dengan sistem curtain wall dan memiliki nilai WWR yang sangat tinggi. Sudah adap upaya yang diakukan pada bangunan ini untuk mereduksi sebagain cahaya yang dapat masuk ke dalam ruang, namun pencahayaan alami pada ruang dalam masih berlebih sehingga berpotensi menyebabkan ketidaknyamanan visual bagi penggunanya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat ketersediaan cahaya alami pada bangunan bertingkat tinggi dengan melakukan modifikasi pada sistem fasad bangunan. Melalui penelitian ini diharapkan ditemukan kombinasi modifikasi nilai transmitansi kaca, nilai window-to-wall ratio, dan posisi bukaan yang tepat untuk menhasilkan performa pencahyaaan alami yang sesuai dengan standar pada bangunan. Penelitian ini menggunakan metode ekpserimental melalui simulasi melalui perangkat lunak Graphisoft Archicad dan Lightstanza. Penelitian ini membandingkan 5 variasi nilai WWR dari 80% sampai 20% dengan interval 15%. Selain itu, dilakukan pula simulasi pada 3 material kaca yang berbeda, yaitu memiliki nilai visible transmittance (VT) 0.56, 0.47, dan 0.66. Ditemukan bahwa nilai VT .47 memiliki kuantitas dan kemerataan yang baik jika memiliki nilai WWR 80%-50%, sementarauntuk nilai VT .56 cukup sesuai dengan range nilai WWR 35%-20%. Untuk nilai VT 66. dapat disimpulkan memiliki kuantitas dan kemerataan yang baik jika memiliki nilai WWR 20%. Simulasi selanjutnya menggunakan material kaca translusen sebagai pengganti beberapa panel masif pada curtain wall. Pada penelitian ini ditemukan 2 variasi yang memenuhi standar faktor langit dan kemerataan yang mengacu pada BREEAM, yaitu variasi 20.1 dan variasi 20.2. keduanya memiliki perbedaan dimana variasi 20.1 memiliki nilai ADF yang lebih tinggi dan variasi 20.2 memiliki tingkat kemerataan yang lebih baik. Pada variasi posisi bukaan, ditemukan nilai bukaan yang ideal dimana keseluruhan nilai DF dan kemerataan terpenuhi dapat ditemukan pada nilai WWR 35% dengan posisi bukaan atas. en_US
dc.language.iso Indonesia en_US
dc.publisher Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik - UNPAR en_US
dc.subject pencahayaan alami en_US
dc.subject curtain wall en_US
dc.subject window-to-wall ratio en_US
dc.subject transmitansi kaca en_US
dc.title Pengaruh desain curtain wall terhadap performa pencahayaan alami pada bangunan bertingkat tinggi en_US
dc.type Undergraduate Theses en_US
dc.identifier.nim/npm NPM2017420164
dc.identifier.nidn/nidk NIDN0401118203
dc.identifier.kodeprodi KODEPRODI611#Arsitektur


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search UNPAR-IR


Advanced Search

Browse

My Account