Makna tektonika arsitektur tradisional bubungan tinggi : objek studi Museum Wasaka

Show simple item record

dc.contributor.advisor Gunawan, Yenny
dc.contributor.author Suwignyo, Madeleine
dc.date.accessioned 2023-01-16T06:49:46Z
dc.date.available 2023-01-16T06:49:46Z
dc.date.issued 2021
dc.identifier.other skp41266
dc.identifier.uri http://hdl.handle.net/123456789/14179
dc.description 6331 - FTA en_US
dc.description.abstract Walaupun arsitektur tradisional sudah banyak dibahas oleh para arsitek, akan tetapi di Kalimantan Selatan rumah tradisional masih jarang dibahas secara ilmu tektonika. Rumah Bubungan Tinggi, merupakah jenis rumah tradisional yang ikonik, sejauh ini hanya dijadikan sebatas logo identitas kota saja, akan tetapi keberadaan wujud aslinya sudah mulai dipertanyakan. Dalam menemukan suatu inti pokok dalam tektonika arsitektur tradisional khususnya di Indonesia, tentu saja tidak bisa hanya berdasarkan pengetahuan logika saja tanpa memandang dari maknanya yang sangat terkait dengan sisi kepercayaan, karena pada kenyataan kedua hal tersebut berjalan beriringan. Tujuan dari studi ini adalah ingin mengungkapkan mengenai tektonika arsitektur rumah tradisional Bubungan tinggi. Museum Wasaka, yang merupakan satu-satunya rumah Bubungan Tinggi di Kota Banjarmasin yang masih dalam kondisi baik, dipilih sebagai objek studi walaupun, sayangnya sudah mengalami pergeseran fungsi menjadi museum perjuangan. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif, dengan pendekatan deskriptif. Data fisik objek studi yang diambil dari studi literatur dan pengamatan langsung diolah kembali menggunakan perangkat/software 3D untuk memahami sistem tektonikanya dan kemudian dianalisis. Proses penganalisisan dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu tahap pertama melihat dari tektonika yang ada pada museum Wasaka dari sisi ruang, struktur, selubung, dan ornament. Kemudian setelah mengidentifikasi tektonika Museum Wasaka, maka dilanjutkan dengan analisis makna tektonika pada Museum Wasaka. Makna tektonika pada Museum Wasaka terbagi menjadi makna teknikal. careform dan simbolik/artform. Setelah dilakukan penjabaran aspek dan analisis, ternyata Museum Wasaka memiliki kedua makna simbolik dan teknikal tersebut. Pada kenyataan. kedua aspek makna tersebut pada Museum Wasaka tidak bekerja secara beriringan seperti yang seharusnya. Hal ini dikarenakan Museum Wasaka hanya menjadi bangunan Bubungan Tinggi semata yang sudah kehilangan jati dirinya sebagai rumah tradisional. en_US
dc.language.iso Indonesia en_US
dc.publisher Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik - UNPAR en_US
dc.subject tektonika en_US
dc.subject rumah tradisonal en_US
dc.subject Bubungan Tinggi en_US
dc.subject Museum Wasaka en_US
dc.title Makna tektonika arsitektur tradisional bubungan tinggi : objek studi Museum Wasaka en_US
dc.type Undergraduate Theses en_US
dc.identifier.nim/npm NPM2017420148
dc.identifier.nidn/nidk NIDN0430117602
dc.identifier.kodeprodi KODEPRODI604#Akuntansi


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search UNPAR-IR


Advanced Search

Browse

My Account