Interpretasi dalam perancangan arsitektur : studi kasus Rumah Fajar karya Maximilan Jencquel, Bali

Show simple item record

dc.contributor.advisor Gunawan, Yenny
dc.contributor.author Jason, Vincentius
dc.date.accessioned 2023-01-16T06:16:17Z
dc.date.available 2023-01-16T06:16:17Z
dc.date.issued 2021
dc.identifier.other skp41264
dc.identifier.uri http://hdl.handle.net/123456789/14174
dc.description 6329 - FTA en_US
dc.description.abstract Interpretasi adalah dasar dari proses merancang dan terbentuk ketika arsitek memulai proses desain. Proses tersebut menarik karena arsitek merupakan individu kompleks yang memiliki cara pandang unik terhadap ruang. Pemahaman seorang arsitek terhadap ruang sangat dipengaruhi latar belakang, edukasi, dan pengalaman ruang yang pernah dialami. Hal ini menyebabkan proses perancangan dan interpretasi menjadi sesuatu yang sangat personal. Interpretasi terlihat ketika pengetahuan dipaparkan pada tugas mendesain. Proses tersebut mengubah potongan-potongan informasi menjadi struktur yang stabil dengan mencapai hubungan unik di antara mereka. Melihat proses desain seorang arsitek menunjukkan bagaimana, melalui penafsiran tugas merancang, interpretasi terwujud. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami proses interpretasi dalam perancangan pada Rumah Fajar, interpretasi modern dari bangunan Bale Agung/ Bale Lantang tradisional Bali. Rumah Fajar merupakan karya Maximilian Jencquel seorang desainer pendatang. Rancangan dinyatakan arsitek menginterpretasi vernakularitas dari pulau Bali dari desainnya dan penggunaan materialnya. Objek studi dipilih karena merepresentasikan proses interpretasi desain yang dilaksanakan oleh arsitek pendatang di Bali. Metode penelitian yang digunakan merupakan penelitian deskriptif dan deduktif dengan penekanan pada pengkajian data yang tersedia. Penelitian diawali observasi pada objek studi penelitian, dan juga dengan wawancara kepada arsitek mengenai proses desain dan konsep yang mendasari pembangunan Rumah Fajar. Penjelasan objek oleh arsitek dianalisa kemudian dicari katakata kunci yang mendasari interpretasinya. Setelah itu peneliti mengkaji data fisik dan hasil wawancara dengan bantuan studi literatur lalu membandingkannya dalam rangka menemukan interpretasi yang terjadi. Data yang diperoleh kemudian dianalisa dengan teori yang ada untuk memahami proses di Balik interpretasi dalam desain. Hasil penelitian menemukan bahwa Arsitek menginterpretasi arsitektur Bali dari bentuk fisiknya dan makna yang dikadungnya namun ia melaksanakannya dengan sangat longgar. Ditemukan bahwa interpretasi terwujud dari pemahaman, latar belakang, edukasi dan pengalaman ruang arsitek yakni Maximilian. Interpretasi yang terwujud kemudian berkembang selama proses mendesain dan terus berubah. Proses tersebut dipengaruhi kesadaran akan masalah yang ditemukan pada tapak selama proses perancangan. Interpretasi sebagai dasar proses perancangan baik terjadi secara terencana maupun tidak pada akhirnya berperan sebagai alternatif proses desain yang terlalu kaku. en_US
dc.language.iso Indonesia en_US
dc.publisher Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik - UNPAR en_US
dc.subject Interpretasi en_US
dc.subject proses desain en_US
dc.subject desain arsitektur en_US
dc.subject arsitektur Bali en_US
dc.title Interpretasi dalam perancangan arsitektur : studi kasus Rumah Fajar karya Maximilan Jencquel, Bali en_US
dc.type Undergraduate Theses en_US
dc.identifier.nim/npm NPM2017420139
dc.identifier.nidn/nidk NIDN0430117602
dc.identifier.kodeprodi KODEPRODI611#Arsitektur


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search UNPAR-IR


Advanced Search

Browse

My Account