Pengaruh atrium dan desain fasad bangunan terhadap konservasi energi Intiland Tower Jakarta

Show simple item record

dc.contributor.advisor Mandala, Ariani
dc.contributor.author Jessica
dc.date.accessioned 2023-01-16T04:28:22Z
dc.date.available 2023-01-16T04:28:22Z
dc.date.issued 2021
dc.identifier.issn skp41293
dc.identifier.uri http://hdl.handle.net/123456789/14172
dc.description 6358 - FTA en_US
dc.description.abstract Isu pemanasan global semakin hari kian meningkat diiringi dengan munculnya krisis sumber energi tak terbarukan. Berbagai upaya dilakukan untuk mereduksi penggunaan energi, salah satunya dalam bidang arsitektur adalah penggunaan desain pasif. Desain pasif yang baik menghasilkan kinerja bangunan yang dapat mereduksi jumlah konsumsi energi bangunan dan mengendalikan dampak negatif lingkungan. Komponen bangunan yang paling berkontribusi dalam mengkonservasi energi adalah selubung bangunan dan bentuk bangunan. Indonesia merupakan negara tropis dengan tingkat radiasi matahari yang tinggi, sehingga keadaan iklim sangat memengaruhi besar konsumsi energi. Potensi cahaya matahari yang berlimpah memungkinkan cahaya alami masuk ke dalam ruang namun bersamaan dengan masuknya radiasi panas. Maka dari itu, bangunan memerlukan penerapan desain pasif untuk mengantisipasi besarnya penggunaan energi pendingin ruangan. Intiland Tower Jakarta merupakan bangunan dengan fungsi perkantoran yang memanfaatkan bentuk pada selubung bangunannya sebagai sun-shadding. Konfigurasi bentuk fasad yang menyerupai overstek ini merupakan respons bangunan terhadap iklim tropis Indonesia. Bangunan juga memiliki atrium pada bagian bawah bangunan (podium) agar cahaya alami dapat masuk ke ruang dalam. Adanya atrium serta desain fasad bangunan menunjukkan, bahwa bangunan dirancang dengan mempertimbangkan potensi dan kelemahan iklim sekitar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat efisiensi energi bangunan Intiland Tower Jakarta dan pengaruh penerapan atrium dan desain fasad bangunan terhadap konservasi energi. Metode kuantitatif digunakan untuk mengukur besar konsumsi energi. Data diperoleh dari studi literatur dan hasil simulasi energi pada 3d-modelling Intiland Tower Jakarta. Model bangunan disimulasikan menggunakan software Skecth-Up dengan plug-in Sefaira untuk mengetahui data konsumsi energi. Pada penelitian ini, diperoleh kesimpulan bahwa tingkat efisiensi energi Intiland Tower Jakarta berada pada peringkat menengah kebawah, dengan nilai EUI sebesar 231 kWh/m2/tahun. Besarnya konsumsi energi pada bangunan disebabkan oleh penggunaan material fasad bangunan yang kurang efektif seperti nilai SHGC(Solar Heat Gain Coefficient) yang tinggi. Intensitas radiasi panas yang masuk ke dalam bangunan cukup tinggi sehingga bangunan membutuhkan energi pendinginan yang besar. Material fasad bangunan yang tepat dapat menghemat besar konsumsi energi hingga 10%. en_US
dc.language.iso Indonesia en_US
dc.publisher Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik - UNPAR en_US
dc.subject kinerja bangunan en_US
dc.subject atrium en_US
dc.subject fasad bangunan en_US
dc.subject konservasi energi en_US
dc.subject Intiland Tower Jakarta en_US
dc.title Pengaruh atrium dan desain fasad bangunan terhadap konservasi energi Intiland Tower Jakarta en_US
dc.type Undergraduate Theses en_US
dc.identifier.nim/npm NPM2017420136
dc.identifier.nidn/nidk NIDN0431038302
dc.identifier.kodeprodi KODEPRODI611#Arsitektur


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search UNPAR-IR


Advanced Search

Browse

My Account