Studi komparasi pengalaman soundscape sebelum dan saat pandemi COVID-19 di Taman Dewi Sartika Bandung

Show simple item record

dc.contributor.advisor Sugiarto, Roni
dc.contributor.author Rachardjo, Aldo Golfana Topan
dc.date.accessioned 2023-01-12T08:33:31Z
dc.date.available 2023-01-12T08:33:31Z
dc.date.issued 2021
dc.identifier.other skp41345
dc.identifier.uri http://hdl.handle.net/123456789/14134
dc.description 6409 - FTA en_US
dc.description.abstract Bunyi/suara tidak hanya dapat dirasakan namun dapat juga dilihat. Melihat bunyi bukan berarti melihat secara visual melainkan melalui proses pembentukan persepsi pengalaman Soundscape. Melalui pendekatan soundscape manusia dapat membentang bunyi kedalam ranah yang lebih jauh, sesungguhnya dengan pendekatan ini manusia dapat merasakan dan melihat berbagai keindahan ruang (spatial) yang abstrak melalui multisensory awareness. Kepekaan terhadap bunyi (auditory Spatial Awareness) berarti manusia dapat menavigasikan ruang melalui timbal balik suara (Aural architecture), sumber suara (sound source) baik dari luar maupun dalam ruang yang mempengaruhi pengalaman soundscape. Entitas taman kota dengan konteks berada di pusat keramaian kota menjadi kajian menarik untuk objek penelitian ini. Taman Dewi Sartika yang berada tepat di tengah Kota Bandung dengan proses perkembangan sejarah yang menarik memiliki kondisi audial kompleks. Pandemi COVID-19 berperan aktif sebagai faktor utama yang mempengaruhi dinamika pengalaman soundscape melalui penurunan pengguna jalan raya, penurunan aktivitas sekitar yang menimbulkan suara (pendidikan, perkantoran, peribadatan) dan juga aktivitas pengguna dalam ruang yang diakibatkan oleh kebijakan Pemerintah Kota Bandung yaitu WFH (Work From Home) dan penetapan kawasan steril pada tujuan destinasi wisata. Menyebabkan elemen natur (alamiah) yaitu ekosistem flora dan fauna dalam kawasan menjadi focal point estetis entitas taman. Eksistensi ruang taman terbuka publik hijau perkotaan mengalami perubahan yang semula parameter estetis dilihat dari pemenuhan aktivitas kini dilihat dari kehadiran ekosistem flora dan fauna yang mendominasi. Kesunyian yang ada membuat pendalaman konstruksi ruang melalui suara-suara yang pada kondisi biasanya tidak terperhatikan menjadi suara yang mendominasi kawasan. Penelitian ini dilakukan dengan beberapa metoda yaitu dengan pendekatan kualitatifdeskriptif yang menjabarkan fenomena secara kritis, pendekatan kuantitatif untuk mendapatkan data suara dan juga data responden melalui kuesioner serta wawancara, pendekatan komparatif guna membandingkan fenomena soundscape yang terjadi saat pandemi COVID-19 berlangsung dengan data pengalaman soundscape yang terjadi sebelum pandemi pada penelitian terdahulu. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengalaman soundscape yang terjadi di Taman Dewi Sartika saat pandemi COVID-19, bagaimana pandemi COVID-19 dapat mempengaruhi pengalaman soundscape di Taman Dewi Sartika dan bagaimana perbandingan fenomena soundscape yang terjadi di Taman Dewi Sartika Bandung sebelum dan saat pandemi COVID-19 berlangsung. en_US
dc.language.iso Indonesia en_US
dc.publisher Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik - UNPAR en_US
dc.subject auditory spatial awareness en_US
dc.subject aural architecture en_US
dc.subject persepsi en_US
dc.subject soundscape en_US
dc.subject taman en_US
dc.title Studi komparasi pengalaman soundscape sebelum dan saat pandemi COVID-19 di Taman Dewi Sartika Bandung en_US
dc.type Undergraduate Theses en_US
dc.identifier.nim/npm NPM2017420068
dc.identifier.nidn/nidk NIDN0413048206
dc.identifier.kodeprodi KODEPRODI611#Arsitektur


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search UNPAR-IR


Advanced Search

Browse

My Account