Analisis kinerja keuangan Bank Muamalat Indonesia dengan menggunakan metode RGEC pada 2012-2019

Show simple item record

dc.contributor.advisor Tan Lian Soei, Catharina
dc.contributor.author Pamungkas, Kintan Kirani Putri Ayu
dc.date.accessioned 2022-11-14T01:52:21Z
dc.date.available 2022-11-14T01:52:21Z
dc.date.issued 2021
dc.identifier.other skp42259
dc.identifier.uri http://hdl.handle.net/123456789/13706
dc.description 24449 - FE en_US
dc.description.abstract Sebagai negara dengan penduduknya mayoritas beragama muslim, perbankan syariah memiliki potensi tinggi untuk berkembang dan berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia. PT Bank Muamalat Indonesia (BMI) merupakan bank syariah pertama di Indonesia yang telah berhasil membuktikan bank dengan prinsip syariah mampu bertahan melawan krisis pada tahun 1997/1998. Sehingga seiring berjalannya waktu bank syariah lain pun mulai bermunculan, beberapa diantaranya adalah Bank Mega Syariah dan Bank BNI Syariah yang tergolong bank BUKU 2 seperti Bank Muamalat. Diantara ketiga bank tersebut, Bank Muamalat memiliki stabilitas terendah dengan profitabilitas yang terus menurun, tingginya pembiayaan, serta kurangnya modal. Namun masyarakat masih menaruh kepercayaan terbukti dengan tingginya tingkat DPK yang dimiliki Bank Muamalat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah rendahnya kinerja Bank Muamalat dibandingkan dua bank lainnya tersebut menunjukkan bahwa Bank Muamalat termasuk bank yang tidak sehat sehingga mengalami banyak hambatan untuk right issues dan termasuk kedalam bank dalam pengawasan OJK berdasarkan audit BPK, atau mungkinkah Bank Muamalat memiliki masalah mendasar dalam internal perusahaannya. Penelitian ini mengukur kinerja Bank Muamalat berdasarkan tingkat kesehatan bank dengan pendekatan RGEC (Risk Profile, Good Corporate Governance, Earnings, dan Capital). Rasio yang digunakan dalam penelitian adalah NPF, FDR, ROA, BOPO, CAR, dan laporan self assessment Bank Muamalat. Hasil penelitian menyatakan bahwa pada tahun 2012-2019 untuk komponen Risk Profile, GCG, dan Capital, Bank Muamalat berada pada kategori “Sehat” yang berarti Bank Muamalat dapat menjaga pembiayaan, likuiditas, tata kelola perusahaan, dan kecukupan modalnya dengan baik berdasarkan RGEC meskipun belum stabil, terutama tingkat pembiayaan yang masih terbilang tinggi serta adanya persoalan internal yang perlu diperbaiki. Sementara untuk komponen Earnings berada pada kategori “Kurang Sehat” yang berarti Bank Muamalat kurang mampu melaksanakan kegiatan operasinya dengan baik dan belum optimal dalam penggunaan aset banknya sehingga profitabilitas rendah. Saran untuk penelitian ini adalah Bank Muamalat sebaiknya meningkatkan tingkat kesehatan bank salah satunya dengan lebih selektif lagi dalam memberikan pembiayaan, memperbaiki persoalan internal bank, dan berupaya meningkatkan profitabilitas melalui keuntungan dari fee based income disertai dengan memperhatikan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki, serta mempersiapkan diri menjadi bank digital. en_US
dc.language.iso Indonesia en_US
dc.publisher Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi - UNPAR en_US
dc.subject Kinerja Keuangan Perbankan en_US
dc.subject Tingkat Kesehatan Bank en_US
dc.subject RGEC en_US
dc.title Analisis kinerja keuangan Bank Muamalat Indonesia dengan menggunakan metode RGEC pada 2012-2019 en_US
dc.type Undergraduate Theses en_US
dc.identifier.nim/npm NPM2017120187
dc.identifier.nidn/nidk NIDN0408026002
dc.identifier.kodeprodi KODEPRODI603#Manajemen


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search UNPAR-IR


Advanced Search

Browse

My Account