Perlindungan hukum terhadap anak jalanan berkaitan dengan aspek pendidikan di wilayah sekitar Stasiun Kereta Api Kiaracondong

Show simple item record

dc.contributor.advisor Wulansari, Catharina Dewi
dc.contributor.author Mairi, Ersa Arianto
dc.date.accessioned 2022-06-24T03:28:58Z
dc.date.available 2022-06-24T03:28:58Z
dc.date.issued 2021
dc.identifier.other skp41801
dc.identifier.uri http://hdl.handle.net/123456789/13024
dc.description 4774 - FH en_US
dc.description.abstract Berbicara tentang anak jalanan perhatian atau hal yang timbul dalam benak kita tertuju pada daerah yang kumuh, jorok, liar, nakal dan selalu hadir di jalan, tumpukan sampah, pusat hiburan, tempat keramaian dan terminal. Penampilannya yang kotor, berada dalam permukiman kumuh atau bahkan tidak memiliki tempat tinggal permanen, sifat yang liar dan sulit untuk dikontrol, berhubungan erat dengan tindak kriminal, menyebabkan pandangan publik yang sangat rendah pada mereka. Sebagai manusia anak jalanan tidak memiliki perbedaan dengan manusia yang lain yang butuh untuk mendapat bantuan, pertolongan dan perlindungan keadaan yang menjadikan mereka tidak terawat dan berda di jalanan. Oleh sebab itu perlu diberikan perlindungan atas mereka. Terdapat dua alasan penting mengapa anak harus dilindungi, pertama anak adalah generasi penerus dan masa depan bangsa, kemudian anak pada dasarnya sekelompok orang yang masih lemah. Oleh sebab penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menidentifikasi dan menganalisis perlindungan hukum bagi hak anak jalanan berkaitan dengan pemenuhan terhadap pendidikan anak-anak jalanan, untuk menidentifikasi dan menganalisi tindakan nyata dan solusi oleh negara sebagai pemegang kewenangan untuk menjaga dan melindungi setiap warga negara termasuk anak dengan diakitkan dengan pemberian perlindungan bagi anak, sehingga anak dapat terhindar dari berbagai hal seperti tindak kekerasan, diskriminasi, tidak terpenuhinya hak anak secara maksimal dan lain sebagainya. Penelitian ini menggunakan metode sosiologis empiris atau penelitian lapangan. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data yan didapatkan kemudian dikaji dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Landasan teori yang digunakan adalah teori terkait anak jalanan dan perlindungan hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa negara(pemerintah daerah Kota Banudng) telah melakukan banyak upaya untuk melindungi anak terkait pemenuhan haknya terhadap pendidikan dengan mendapat bantuan dari masyarakat berupa informasi keberadaan anak jalanan, namun masih belum berjalan dengan maksimal dikarenakan permasalahan terjadi akibat Pemerintah melihat program kerja dari mata anggaran, sedangkan anak jalanan lebih memilih kehidupan yang bebas tanpa perlu aturan. metode pendidikan yang kurang tepat diberikan kepada anak jalanan karena mereka belum terbiasa dengan bentuk pendidikan yang seperti itu dimana anak jalanan masih merasa ingin bebas dan tidak terikat banyak formalitas yang dapat membuat mereka lambat dalam mendapatkan keuntungan dalam bentuk uang untuk pemenuhan kehidupannya. en_US
dc.language.iso Indonesia en_US
dc.publisher Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum - UNPAR en_US
dc.subject Perlindungan Hukum en_US
dc.subject Anak Jalanan en_US
dc.subject Pemenuhan Terhadap Hak Pendidikan en_US
dc.title Perlindungan hukum terhadap anak jalanan berkaitan dengan aspek pendidikan di wilayah sekitar Stasiun Kereta Api Kiaracondong en_US
dc.type Undergraduate Theses en_US
dc.identifier.nim/npm NPM2015200162
dc.identifier.nidn/nidk NIDN0407126501
dc.identifier.kodeprodi KODEPRODI605#Ilmu Hukum


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search UNPAR-IR


Advanced Search

Browse

My Account