Peran elemen penanda simbolik pada ruang simpul kota : Kota Wonosari, DIY

Show simple item record

dc.contributor.advisor Pangarso, F.X. Budiwidodo
dc.contributor.author Astari, Traviata Mayka
dc.date.accessioned 2017-11-07T09:44:15Z
dc.date.available 2017-11-07T09:44:15Z
dc.date.issued 2017
dc.identifier.other skp34689
dc.identifier.uri http://hdl.handle.net/123456789/3860
dc.description 5916 - FTA en_US
dc.description.abstract Penetapan Kota Wonosari Kabupaten Gunungkidul sebagai salah satu daerah Geopark Tourism Heritage menjadi salah satu pemicu pembenahan diri dalam hal sarana maupun prasarana kota guna mempersiapkan kota dalam segi pariwisata. Perkembangan ini menggerakkan Kota Wonosari ke arah modernitas, hal ini krusial terhadap elemen fisik penyusun kota terutama terhadap ruang-ruang simpul kota yang sering dijadikan orientasi visual masyarakat yang berpotensi sebagai wadah penyampaian identitas kota. Identitas kota atau citra kota dapat tercermin melalui elemen fisik-spasialnya, terutama yang bersifat simbolik sehingga kaya akan nilai-nilai lokal. Elemen tersebut haruslah memiliki nilai keestetikaan yang didalamnya mencakup keindahan, kebenaran dan kebaikan. Kota Wonosari memiliki nilai kultural historis berbasis monarki. Simbol pada Keraton Yogyakarta menjadi referensi nilai historiografi tradisional khas DIY yang dijadikan landasan budaya terhadap rupa visual elemen fisik-simbolik Kota Wonosari. Simbol-simbol yang terdapat pada ruang simpul kota dapat terletak pada tengah koridor maupun pinggir koridor pada area perealisasian konsep tatanan Jawa catur gatra tunggal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai historis yang terdapat pada elemen penanda simbolik yang terletak pada simpul-simpul penting Kota Wonosari menggunakan metoda kualitatif yang dilakukan dengan pendekatan visual. Pengamatan ini kemudian akan ditinjau dari prinsip desain (ekspresi, besaran, struktur, fungsi dan kesatuan), teori estetika lingkungan perkotaan, teori townscape dan teori simbolisasi baik universal maupun simbol locus DIY. Observasi objek menggunakan metode serial vision pada kawasan objek yang dibagi menjadi beberapa segmen dan fragmen. Metode penelitian dengan menggunakan skala semantik dan pemberian bobot pada aspek-aspek prinsip desain yang ada pada tiap elemen penanda simbolik. Pada penelitian ini, ditemukan hasil bahwa mayoritas elemen penanda simbolik pada ruang simpul kota belum dapat menyampaikan perannya yang seharusnya. Simbol kultural ditemukan dalam beberapa titik namun beberapa diantaranya memiliki tingkat eksistensi yang buruk sehingga tidak dapat menyampaikan makna kulturalnya dengan maksimal. Di titik lain, simbol yang ditemukan tidak lagi mengacu ke local content DIY. Hal ini membuat tergesernya nilai-nilai lokal ke nilai modernitas. Hasil dari penelitian ini mengangkat fakta-fakta yang ada di lapangan dan diharapkan menjadi acuan bagi penelitian yang baru untuk lebih dikembangkan dan menjadi sumber ilmu pengetahuan baru bagi pembaca terkait ilmu tentang estetika perkotaan. en_US
dc.publisher Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik - UNPAR en_US
dc.subject Simbolisasi Lingkungan en_US
dc.subject Ruang Simpul Kota en_US
dc.subject Citra Kota en_US
dc.subject Eksistensi en_US
dc.subject Ekspresi en_US
dc.subject Elemen Fisik‒Spasial en_US
dc.subject Wonosari en_US
dc.subject Daerah Istimewa Yogyakarta en_US
dc.title Peran elemen penanda simbolik pada ruang simpul kota : Kota Wonosari, DIY en_US
dc.type Undergraduate Theses en_US
dc.identifier.nim/npm NPM2012420087
dc.identifier.nidn/nidk NIDK8861601019
dc.identifier.kodeprodi KODEPRODI611#Arsitektur


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search UNPAR-IR


Advanced Search

Browse

My Account