Analisis pengaruh pola pemasangan soil nailing untuk stabilitas lereng

Show simple item record

dc.contributor.advisor Lestari, Anastasia Sri
dc.contributor.author Jevon, Vincent
dc.date.accessioned 2017-06-08T04:27:59Z
dc.date.available 2017-06-08T04:27:59Z
dc.date.issued 2017
dc.identifier.other skp34114
dc.identifier.uri http://hdl.handle.net/123456789/2166
dc.description 6012 - FTS en_US
dc.description.abstract Salah satu masalah yang sering dijumpai dalam konstruksi pada suatu lereng adalah masalah kestabilan lereng. Pada lereng yang tidak stabil, suatu metode perkuatan lereng perlu diterapkan untuk memastikan lereng tersebut aman. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah soil nailing. Soil nailing adalah metode perkuatan lereng dengan memasang batangan-batangan baja ke dalam tanah. Analisis stabilitas lereng dilakukan untuk mengecek keamanan dari suatu lereng. Analisis dilakukan melalui dua cara yaitu dengan perhitungan manual dan menggunakan metode elemen hingga dengan program PLAXIS. Perhitungan manual pada lereng tanpa perkuatan menggunakan analisis metode Bishop sedangkan pada lereng dengan perkuatan menggunakan analisis keamanan stabilitas global, analisis keamanan stabilitas terhadap penggeseran, dan analisis keamanan terhadap daya dukung tanah berdasarkan FHWA. Pada penelitian ini dilakukan analisis peningkatan nilai faktor keamanan lereng akibat adanya perkuatan soil nailing dan besarnya gaya tarik nail yang terjadi. Pengaruh pola pemasangan seperti sudut pemasangan dan jarak antar nail juga ditinjau terhadap perubahan nilai faktor keamanan. Studi kasus yang ditinjau adalah konstruksi lereng untuk perluasan area pada proyek pembangunan dermaga di Kariangau, Balikpapan, Kalimantan. Berdasarkan analisis yang dilakukan, terjadi peningkatan nilai faktor keamanan dari sebesar 1,182 (Bishop), 0,9749 (PLAXIS), dan 1,113 (SLIDE) menjadi sebesar 2,085 (stabilitas global FHWA) dan 2,328 (PLAXIS) bila lereng diberikan perkuatan soil nailing. Bertambahnya sudut pemasangan nail setiap 10o menyebabkan penurunan rata-rata nilai faktor keamanan sebesar + 8,83 % untuk perhitungan manual dan sebesar + 2,18 % dengan program PLAXIS. Bertambahnya jarak vertikal antar nail dengan hanya memasang beberapa nail juga menyebabkan penurunan nilai faktor keamanan. Nilai faktor keamanan berdasarkan cara manual saat pemasangan nail 2,4,6 adalah 1,823 (menurun sebesar + 12,57 %) dan saat pemasangan nail 1,3,5 adalah 1,779 (menurun sebesar + 14,676 %). Nilai faktor keamanan berdasarkan program PLAXIS saat pemasangan nail 2,4,6 adalah 2,231 (menurun sebesar + 4,17 %) dan saat pemasangan nail 1,3,5 adalah 1,864 (menurun sebesar + 19,89 %). Besarnya gaya tarik nail yang terjadi apabila sudut pemasangan diperbesar tidak melewati gaya tarik maksimum yang diijinkan sedangkan besarnya gaya tarik apabila jarak vertikal diperbesar melewati gaya tarik maksimum yang diijinkan sehingga menambah jarak vertikal menyebabkan perkuatan tidak aman. en_US
dc.publisher Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik - UNPAR en_US
dc.subject soil nailing en_US
dc.subject analisis stabilitas lereng en_US
dc.subject PLAXIS en_US
dc.subject faktor keamanan en_US
dc.subject sudut pemasangan nail en_US
dc.subject jarak antar nail en_US
dc.title Analisis pengaruh pola pemasangan soil nailing untuk stabilitas lereng en_US
dc.type Undergraduate Theses en_US
dc.identifier.nim/npm NPM2013410010
dc.identifier.nidn/nidk NIDN0424085701
dc.identifier.kodeprodi KODEPRODI610#Teknik Sipil


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search UNPAR-IR


Advanced Search

Browse

My Account