Analisis aksesibilitas Trans Metro Bandung bagi penyandang disabilitas di Kota Bandung

Show simple item record

dc.contributor.advisor Triastuti, Maria Rosarie Harni
dc.contributor.author Utama, Argi Priya
dc.date.accessioned 2024-07-25T08:09:33Z
dc.date.available 2024-07-25T08:09:33Z
dc.date.issued 2022
dc.identifier.other skp45138
dc.identifier.uri http://hdl.handle.net/123456789/17910
dc.description 10376 - FISIP en_US
dc.description.abstract Aksesibilitas merupakan kemudahan dalam menjalankan aspek kehidupan. Aksesibilitas bagi penyandang disabilitas sangat penting karena dapat membantu penyandang disabilitas untuk menjalankan aktifitasnya. Untuk memenuhi hal tersebut, pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Perhubungan Kota Bandung telah menyediakan aksesibilitas transportasi umum. Dalam penerapannya, masih terdapat masalah seperti kurangnya sarana akses menuju dan di dalam halte yang disediakan untuk mempermudah penyandang disabilitas dalam mengakses Trans Metro Bandung (TMB). Untuk menjawab penelitian, peneliti menggunakan dimensi aksesibilitas dari Peraturan Pemerintah Pekerjaan Umum No. 30 Tahun 2006, yaitu 1) aksesibilitas kemudahan, 2) aksesibilitas kegunaan, 3) aksesibilitas kemudahan, serta 4) aksesibilitas kemandirian. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data 1) Observasi halte dan bus TMB; 2) Wawancara dengan 7 penyandang disabilitas (tuna netra dan tuna daksa), 2 masyarakat umum, 2 supir bus TMB, 1 kondektur bus TMB dan 1 dari pihak UPT Dinas Perhubungan Kota Bandung bagian Trans Metro Bandung.; 3) Studi dokumen yaitu Undang-Undang No 8 Tahun 2016 Tentang Penyandang Disabilitas, Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No 30 Tahun 2006 tentang Pedoman Teknis Fasilitas dan Aksesibilitas pada Bangunan dan Gedung Lingkungan, Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 15 Tahun 2019 Tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dimensi aksesibilitas masih belum dapat diakses oleh penyandang disabilitas tuna netra dan tuna daksa. Hal ini dilihat dari aksesibilitas kemudahan yang belum memudahkan penyandang disabilitas, aksesibilitas kegunaan yang fasilitasnya masih kurang sehingga tidak dapat dipergunakan dengan baik, aksesibilitas keselamatan yang hanya terdapat ketika di dalam bus, dan aksesibilitas kemandirian yang belum dapat digunakan secara mandiri sehingga masih perlu bantuan orang lain. Oleh karena itu diperlukan untuk mengoptimalkan tempat duduk bus bagi pengguna kursi roda, membuat fasilitas sesuai standar keselamatan, menyediakan fasilitas informasi bagi tuna netra, dan memelihara jalur guiding block. en_US
dc.language.iso Indonesia en_US
dc.publisher Program Studi Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik - UNPAR en_US
dc.subject TRANS METRO BANDUNG en_US
dc.subject PENYANDANG DISABILITAS en_US
dc.subject ANALISIS AKSESIBILITAS en_US
dc.subject DIMENSI AKSESIBILITAS en_US
dc.title Analisis aksesibilitas Trans Metro Bandung bagi penyandang disabilitas di Kota Bandung en_US
dc.type Undergraduate Theses en_US
dc.identifier.nim/npm NPM2016310087
dc.identifier.nidn/nidk NIDN0407107601
dc.identifier.kodeprodi KODEPRODI607#Ilmu Administrasi Publik


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search UNPAR-IR


Advanced Search

Browse

My Account