Kajian fenomena regionalisme kritis pada masjid modern di Indonesia : studi kasus Masjid Jami Al – Hurriah, Jakarta

Show simple item record

dc.contributor.advisor Saliya, Yuswadi
dc.contributor.author Muliawan, Bellinda Marvely
dc.date.accessioned 2024-07-22T09:23:33Z
dc.date.available 2024-07-22T09:23:33Z
dc.date.issued 2022
dc.identifier.other skp45046
dc.identifier.uri http://hdl.handle.net/123456789/17817
dc.description 6576 - FTA en_US
dc.description.abstract Pesatnya arus globalisasi di Kota Jakarta memasukkan gagasan modernisme, sehingga terdapat isu iklim dan budaya yang memunculkan fenomena regionalisme kritis. Salah satu bangunan peribadatan adalah masjid memiliki batasan dan aturan yang mengikat suatu kesakralan tempat ibadah. Tipologi masjid di Indonesia menunjukan perkembangan dari ekspresi dan bentuk arsitektur yang semakin jauh dengan karakter arsitektur vernakular Indonesia dan Timur Tengah dan semakin menuju modern. Penelitian ini difokuskan melihat gagasan modernisme pada perkembangan arsitektur masjid modern di Indonesia yang memunculkan fenomena regionalisme kritis. Studi kasus Masjid Jami Al – Hurriyah sebagai contoh nyata yang terlihat memiliki gagasan modernisme dan regionalisme kritis pada perancangannya. Tujuan penelitian untuk melihat modernisme mempengaruhi perubahan tipologi masjid yang terekspresikan dari fungsi, bentuk, ruang di dalam dan luarnya serta respon isu lingkungan dan budaya Kota Jakarta sebagai perwujudan dari fenomena regionalisme kritis pada kasus studi terkait. Teori penelitian menggunakan teori arsitektur modern dan gagasannya, regionalisme kritis dari Kenneth Frampton, arsitektur masjid serta sejarah perkembangannya di Indonesia. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif pada kasus studi Masjid Jami Al – Hurriyah, Jakarta. Pengumpulan data penelitian dengan observasi lapangan, wawancara dan studi literatur. Studi kasus dianalisis secara kritis secara normatif dan interpretatif. Kesimpulan penelitian ini adalah masjid modern di Indonesia dan Masjid Jami Al – Hurriyah memiliki gagasan modernisme yang fungsional, sederhana, geometris, material modern dan minim ornamen. Tidak sepenuhnya memakai gagasan modernisme pada masjid modern di Indonesia dan Masjid Jami Al – Hurriyah, tetapi juga terlihat pendekatannya desain dari sekitarnya. Fenomena regionalisme kritisnya memiliki persamaan, di mana hubungan arsitektur masjid modern dalam merespon konteks lingkungan sangat dominan. Respon regional Indonesia dari iklim tropis dan koneksi antara ruang kota serta masyarakatnya sangat kuat. Namun, respon terhadap budaya regional Indonesia dan budaya Islamnya yang dimasukkan pada perancangannya sangat sedikit. en_US
dc.language.iso Indonesia en_US
dc.publisher Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik - UNPAR en_US
dc.subject REGIONALISME KRITIS en_US
dc.subject MODERNISME en_US
dc.subject MASJID MODERN en_US
dc.title Kajian fenomena regionalisme kritis pada masjid modern di Indonesia : studi kasus Masjid Jami Al – Hurriah, Jakarta en_US
dc.type Undergraduate Theses en_US
dc.identifier.nim/npm NPM6111801030
dc.identifier.kodeprodi KODEPRODI611#Arsitektur


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search UNPAR-IR


Advanced Search

Browse

My Account