Perbandingan sistem hukum pemidanaan Indonesia dan Louisiana (Amerika Serikat) : studi kasus penanganan negara terhadap eks narapidana pelaku kekerasan seksual terhadap anak

Show simple item record

dc.contributor.advisor Moeliono, Tristam Pascal
dc.contributor.author Rhea
dc.date.accessioned 2023-12-12T02:07:42Z
dc.date.available 2023-12-12T02:07:42Z
dc.date.issued 2022
dc.identifier.other skp44190
dc.identifier.uri http://hdl.handle.net/123456789/16729
dc.description 5106 - FH en_US
dc.description.abstract Tindakan kekerasan seksual terhadap anak merupakan salah satu permasalahan yang bersifat global dikarenakan kasus ini terus menerus terjadi di manapun termasuk Indonesia dan Louisiana (Amerika Serikat). Dalam menangani pelaku tersebut, baik Indonesia maupun Louisiana memiliki caranya masing-masing mulai dari ketentuan pidana yang berlaku, ancaman pidana yang dapat dijatuhkan terhadap pelaku, hingga penanganan setelah pelaku yang bersangkutan selesai menjalankan pemidanaannya. Terkait dengan penanganan setelah pelaku tersebut berstatus menjadi eks narapidana, Indonesia memberlakukan sanksi tindakan berupa kebiri kimia, pemasangan alat pendeteksi elektronik, dan rehabilitasi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Perlindungan Anak. Akan tetapi, sanksi tindakan tersebut hanya dapat dijatuhkan terhadap pelaku tertentu yang memenuhi syarat berupa pelaku residivisme serta menimbulkan akibat tertentu terhadap anak sebagai korban. Dengan demikian, terdapat permasalahan yang muncul dengan adanya beberapa dari kalangan masyarakat Indonesia yang menyerukan untuk menindaklanjuti semua pelaku tindakan kekerasan seksual terhadap anak setelah mereka terbebas dari pemidanaannya. Berdasarkan permasalahan tersebut, terdapat gambaran mengenai penanganan lebih lanjut bagi pelaku tindakan kekerasan seksual terhadap anak setelah terbebas dari pemidanaannya yang diberlakukan oleh Louisiana berupa pendaftaran pelaku, pemberitahuan pelaku kepada masyarakat, serta batasan dan larangan tertentu terkait tempat tinggal, keberadaan, pekerjaan, dan penampilan sebagai ketentuan pidana tambahan di mana sifatnya membatasi hak dan ruang gerak pelaku. Dalam penulisan hukum ini, penulis menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan tipe penelitian yaitu perbandingan hukum untuk mengkaji perlu atau tidak perlunya ketentuan pidana tambahan yang diberlakukan di Louisiana ditransplantasikan ke dalam sistem hukum pemidanaan di Indonesia. Pada penelitian ini, Indonesia perlu mempertimbangkan untuk mentransplantasikan ketentuan pidana tambahan yang diberlakukan di Louisiana. en_US
dc.language.iso Indonesia en_US
dc.publisher Program Studi Hukum Fakultas Hukum - UNPAR en_US
dc.subject TINDAKAN KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP ANAK en_US
dc.subject PENANGANAN EKS NARAPIDANA en_US
dc.subject INDONESIA en_US
dc.subject LOUISIANA en_US
dc.subject CHILD SEXUAL ASSAULT en_US
dc.title Perbandingan sistem hukum pemidanaan Indonesia dan Louisiana (Amerika Serikat) : studi kasus penanganan negara terhadap eks narapidana pelaku kekerasan seksual terhadap anak en_US
dc.type Undergraduate Theses en_US
dc.identifier.nim/npm NPM6051801142
dc.identifier.nidn/nidk NIDN0402026501
dc.identifier.kodeprodi KODEPRODI605#Ilmu Hukum


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search UNPAR-IR


Advanced Search

Browse

My Account