Peran GLAAD dalam merepresentasikan kelompok LGBTQ di Amerika Serikat pada masa pemerintahan Donald Trump

Show simple item record

dc.contributor.advisor Dewi, Elisabeth A. Satya
dc.contributor.author Cynthia, Dewi
dc.date.accessioned 2023-04-26T08:37:06Z
dc.date.available 2023-04-26T08:37:06Z
dc.date.issued 2021
dc.identifier.other skp41168
dc.identifier.uri http://hdl.handle.net/123456789/14949
dc.description 9655 - FISIP en_US
dc.description.abstract Kelompok minoritas LGBTQ menghadapi diskriminasi dan opresi yang semakin nyata, terutama sejak Donald Trump terpillih menjadi Presiden Amerika Serikat. Retorika kebencian, pembatasan akses dalam berbagai bidang, serta pemilihan orang-orang anti-LGBTQ dalam kursi pemerintahan, merupakan sebagian tindakan diskriminasi terhadap LBGTQ yang dilakukan pemerintah. Padahal, isu LGBTQ dan kesetaraan gender merupakan salah satu isu keamanan manusia, yang menjadi bagian dari isu keamanan non-tradisional dalam Ilmu Hubungan Internasional. Tindakan-tindakan diskriminasi tersebut menuai reaksi dari berbagai pihak, termasuk media. GLAAD sebagai sebuah media komunitas menjadi salah satu aktor yang berusaha merepresentasikan kelompok LGBTQ, ditengah diskriminasi yang terjadi di masyarakat Amerika Serikat. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan penelitian “Bagaimana peran GLAAD dalam merepresentasikan kelompok LGBTQ pada masa pemerintahan Donald Trump?”. Konsep media komunitas dan teori konstruksi realita sosial digunakan dalam penelitian ini, untuk melakukan analisis terhadap tindakan representasi yang dilakukan GLAAD. Dari penelitian ini, ditemukan bahwa representasi LGBTQ yang dilakukan GLAAD terlihat dari beberapa perannya. Pertama, dalam melayani komunitas LGBTQ, GLAAD memfasilitasi akses partisipasi dalam media dan melalui media bagi kelompok LGBTQ. Kedua, sebagai alternatif media mainstream, GLAAD masih berusaha untuk melawan misrepresentasi yang dilakukan media mainstream. Ketiga, sebagai bagian dari civil society, GLAAD masih menghadapi tantangan dalam merepresentasikan LGBTQ di masyarakat. Keempat, sebagai media rhizomatic, GLAAD menjadi titik temu isu-isu marginal serta mencakup publik lokal dan global. Terakhir, GLAAD mencoba mekonstruksi realita sosial dengan melakukan representasi LGBTQ dalam masyarakat en_US
dc.language.iso Indonesia en_US
dc.publisher Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik - UNPAR en_US
dc.subject GLAAD en_US
dc.subject LGBTQ en_US
dc.subject representasi en_US
dc.subject peran media komunitas en_US
dc.subject gender en_US
dc.subject keamanan manusia en_US
dc.title Peran GLAAD dalam merepresentasikan kelompok LGBTQ di Amerika Serikat pada masa pemerintahan Donald Trump en_US
dc.type Undergraduate Theses en_US
dc.identifier.nim/npm NPM2017330112
dc.identifier.nidn/nidk NIDN0417117302
dc.identifier.kodeprodi KODEPRODI609#Ilmu Hubungan Internasional


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search UNPAR-IR


Advanced Search

Browse

My Account