Kajian penerapan konsep oasis pada ruang ibadah Gereja Kristus Raja Pejompongan berdasarkan persepsi visual

Show simple item record

dc.contributor.advisor Lukman, Aldyfra L.
dc.contributor.author Kariza, Celine
dc.date.accessioned 2023-01-16T04:40:00Z
dc.date.available 2023-01-16T04:40:00Z
dc.date.issued 2021
dc.identifier.other skp41252
dc.identifier.uri http://hdl.handle.net/123456789/14173
dc.description 6318 - FTA en_US
dc.description.abstract Masuknya agama Katolik di Indonesia tentu disertai adanya pembangunan bangunan Gereja yang merupakan wadah bagi umat Katolik beribadah dan sekaligus berkumpul. Bangunan Gereja ini secara khusus mewadahi aktivitas Perayaan Liturgi, kegiatan suci bagi umat Katolik dalam merayakan kemenangan Tuhan. Oleh karena itu, penataan ruang baik pada komplek maupun ruang Gereja juga memiliki aturan khusus yang ditentukan melalui Konsili Vatikan. Walaupun demikian, Konsili ini juga tidak menutup diri terhadap perkembangan Gereja sehingga pada prosesnya, arsitektur Gereja pun menjadi beranekaragam, membuka diri pada budaya dan lingkungan sekitar, agar benar-benar menjadi sebuah wadah yang merangkul siapapun, tidak terkecuali Gereja Kristus Raja. Gereja yang berada di Pejompongan, Jakarta Pusat ini mengambil konsep “oasis”, sebuah konsep yang identik dengan keadaan sosial dan makna sebagai suatu bangunan Gereja. Konsep ini juga diaplikasikan pada perancangan spasial Gereja sehingga pengguna dapat menikmati ruang dengan lebih istimewa. Penelitian ini dilakukan dengan mengkaji teori mengenai perancangan spasial ruang, persepsi visual, dan teori mengenai perkembangan arsitektur Gereja Katolik. Selanjutnya, adanya pendapat serta pengalaman arsitek perancang dalam menghadirkan konsep juga merupakan poin yang menjadi fokus dalam penelitian ini. Hasil analisis objek studi ini diolah sehingga mendapatkan kajian penerapan konsep oasis berdasarkan persepsi visual. Manfaat dari penelitian ini adalah dapat memperkaya pengalaman serta pengetahuan pada bidang arsitektur Gereja. Selanjutnya bagi kaum arsitek dan pengelola Gereja, penelitian ini dapat menambah dan memperdalam pengetahuan tentang bagaimana menghadirkan perancangan spasial yang berbicara kepada pengguna melalui suatu desain arsitektur. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan perancangan spasial ruang ibadah Gereja Kristus Raja dan menganalisis konsep oasis yang diterapkan berdasarkan persepsi visual. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif, dengan data yang diperoleh dari studi literatur, pengamatan ke lapangan, serta wawancara perancang, dan kuesioner kepada Paroki Kristus Raja. Penelitian memperoleh kesimpulan bahwa konsep oasis dapat dimaknai dengan adanya perancangan spasial bentuk pada ruang ibadah Gereja Kristus Raja yang diterima lewat proses persepsi visual, dan menghadirkan kesan teduh dalam suatu tempat peristirahatan batin. en_US
dc.language.iso Indonesia en_US
dc.publisher Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik - UNPAR en_US
dc.subject Gereja Kristus Raja en_US
dc.subject Oasis en_US
dc.subject Perancangan Spasial en_US
dc.subject Persepsi Visual en_US
dc.subject Ruang ibadah en_US
dc.title Kajian penerapan konsep oasis pada ruang ibadah Gereja Kristus Raja Pejompongan berdasarkan persepsi visual en_US
dc.type Undergraduate Theses en_US
dc.identifier.nim/npm NPM2017420137
dc.identifier.nidn/nidk NIDN0429057608
dc.identifier.kodeprodi KODEPRODI611#Arsitektur


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search UNPAR-IR


Advanced Search

Browse

My Account