Perwujudan gagasan "complexity and contradiction in architecture" oleh Robert Venturi pada arsitektur Puri Agung Karangasem Bali

Show simple item record

dc.contributor.advisor Saliya, Yuswadi
dc.contributor.author Hendrata, Ilona Beatrix
dc.date.accessioned 2023-01-13T06:26:02Z
dc.date.available 2023-01-13T06:26:02Z
dc.date.issued 2021
dc.identifier.other skp41270
dc.identifier.uri http://hdl.handle.net/123456789/14154
dc.description 6335 - FTA en_US
dc.description.abstract Arsitektur Posmodern mulai digagaskan sekitar tahun 1960-an, ketika para arsitek yang didukung oleh ide-ide para filsuf dan sastrawan melihat bahwa arsitektur modern sudah tidak lagi sesuai dengan zaman karena ketidakmampuan dalam menjawab konteks budaya yang spesifik dalam sebuah karya arsitektur. Seorang tokoh bernama Robert Venturi adalah salah seorang yang berperan penting dalam perkembangan Arsitektur Posmodern dengan berbagai gagasannya, yang paling terkenal adalah “Less is Bore” yang menanggapi semboyan arsitektur “Less is More” pada arsitektur Modern. Robert Venturi menulis beberapa buku, diantaranya adalah “Complexity and Contradiction in Architecture” yang berisi gagasan-gagasan Posmodern Robert Venturi. Buku “Complexity and Contradiction in Architecture” ini dikatakan mungkin adalah buku paling berpengaruh yang ditulis oleh seorang arsitek yang berpraktik dalam 100 tahun terakhir, setelah buku karya Le Corbusier “Towards A New Architecture”. Arsitektur Posmodern yang memiliki pemikiran eklektik dan hybrid juga turut berkembang pesat di Indonesia, khususnya di Pulau Bali sebagai salah satu pusat kebudayaan. Arsitektur yang menjadi ciri khas Pulau Bali adalah Pura sebagai tempat ibadah dan Puri sebagai tempat tinggal kerajaan Bali. Puri Agung Karangasem berada di pusat Kota Amlapura, kerajaan di Bali Timur. Didirikan pada akhir abad ke-19 oleh Anak Agung Anglurah Ktut Karangasem yang diangkat sebagai Stadholder II. Puri Agung Karangasem menerapkan konsep perpaduan antara beberapa budaya dalam arsitekturnya. Arsitektur Bali, arsitektur kolonial sesuai dengan masa pembangunan, dan ada pengaruh Cina. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analisis. Data yang telah terkumpul akan diproses dengan cara dibandingkan, dikelompokkan dan disimpulkan. Dalam studi akan dicari gagasan-gagasan Venturi dalam “Complexity and Contradiction in Architecture” yang tercermin dalam arsitektur Puri Agung Karangasem. Hasil penelitian menunjukkan banyaknya gagasan Venturi yang terwujud dilihat dari tata massa dan tata ruang, sosok bangunan dan ornamentasi hasil akulturasi ketiga budaya. Hal ini membuktikan bahwa sebelum Arsitektur Posmodern berkembang di tahun 1960 dan Venturi mengeluarkan gagasan, Puri Agung Karangasem di Pulau Bali sudah menerapkan konsep ini dalam pembangunan Puri sejak lebih dari 60 tahun sebelumnya. en_US
dc.language.iso Indonesia en_US
dc.publisher Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik - UNPAR en_US
dc.subject Puri en_US
dc.subject Bali en_US
dc.subject Robert Venturi en_US
dc.subject Arsitektur Posmodern en_US
dc.title Perwujudan gagasan "complexity and contradiction in architecture" oleh Robert Venturi pada arsitektur Puri Agung Karangasem Bali en_US
dc.type Undergraduate Theses en_US
dc.identifier.nim/npm NPM2017420112
dc.identifier.kodeprodi KODEPRODI611#Arsitektur


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search UNPAR-IR


Advanced Search

Browse

My Account