Pengaruh desain bukaan terhadap performa pencahayaan alami pada Masjid Al-Safar Rest Area KM 88

Show simple item record

dc.contributor.advisor Gunawan, Ryani
dc.contributor.author Ridhwan, Reyhan Fachrurrazie
dc.date.accessioned 2021-08-02T04:46:21Z
dc.date.available 2021-08-02T04:46:21Z
dc.date.issued 2021
dc.identifier.other skp40754
dc.identifier.uri http://hdl.handle.net/123456789/11950
dc.description 6282 - FTA en_US
dc.description.abstract Pencahayaan alami merupakan sumber penerangan yang berasal dari alam yang bersumber dari pencahayaan sinar matahari sebagai penerangan dalam suatu ruang. Pencahayaan alami bersifat tidak menentu karena muncul sendiri dari alam yang tidak bisa kita kendalikan. Masjid merupakan rumah atau tempat umat muslim melakukan ibadah sujud atau tempat bersujud. Sudah banyak masjid yang menggunakan sistem pencahayaan alami sebagai pengganti pencahayaan buatan disiang hari untuk menghemat energi. Masjid Al- Safar merupakan desain karya Arsitek Ridwan Kamil bersama firma arsiteknya yaitu Urbane Indonesia. Masjid ini memanfaatkan pencahayaan alami yang terdapat pada sisi barat bangunan yang merupakan arah sujud atau kiblat umat muslim. Masjid Al-Safar memiliki 27 bukaan pada setiap sisinya, dengan desain bukaan yang besar pada sisi barat yang merupakan kiblat umat muslim. Jumlah bukaan yang cukup banyak membuat Masjid Al-Safar menerima cahaya yang banyak, akan tetapi dengan jumlah bukaan yang cukup banyak menimbulkan beberapa masalah lainnya, seperti ketidak merataan cahaya, kontras dan silau yang berlebih. Hal ini disebabkan oleh penyebaran bukaan yang kurang merata dan penggunaan material kaca. Tujuan penelitian ini meneliti tentang desain bukaan terhadap performa pencahayaan alami yang mempengaruhi kenyamanan visual. Penelitian menggunakan metode deskriptifevaluatif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, dengan teknis simulasi. Software VELUX Daylight Visualizer 3 yang digunakan untuk membantu melihat distribusi cahaya alami. Hasil analisa dibandingkan dengan menggunakan teori tentang performa pencahayaan alami dan teori mengenai kenyamanan visual. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa desain bukaan dapat berpengaruh terhadap performa pancahayaan alami pada area ruang ibadah. Hal tersebut disebabkan oleh penyebaran bukaan yang kurang merata, dan penggunaan material kaca pada desain bukaan Masjid Al-Safar. Untuk mengoptimalkan performa pencahayaan alami dapat dilakukan dengan cara menambah jumlah bukaan pada setiap sisi yang belum mendapatkan bukaan yang cukup agar bangunan dapat menerima cahaya dengan merata, dan menambah lubang bukaaan cahaya dengan cara melebarkan bukaan yang dapat membantu pendistribusian cahaya lebih merata kedalam ruangan, dan menambah bukaan dengan ukuran yang tingginya lebih besar dari lebarnya dapat memberikan penetrasi cahaya kedalam ruangan. en_US
dc.language.iso Indonesia en_US
dc.publisher Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik - UNPAR en_US
dc.subject Pencahayaan alami en_US
dc.subject Masjid en_US
dc.subject Desain bukaan en_US
dc.title Pengaruh desain bukaan terhadap performa pencahayaan alami pada Masjid Al-Safar Rest Area KM 88 en_US
dc.type Undergraduate Theses en_US
dc.identifier.nim/npm NPM2016420129
dc.identifier.nidn/nidk NIDN0401118203
dc.identifier.kodeprodi KODEPRODI611#Arsitektur


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search UNPAR-IR


Advanced Search

Browse

My Account