Pengaruh kemiringan atrium terhadap performa pencahayaan alami pada ruangan sekitar atrium

Show simple item record

dc.contributor.advisor Gunawan, Ryani
dc.contributor.author Ma'wa, Safarah Putri
dc.date.accessioned 2020-09-30T05:52:12Z
dc.date.available 2020-09-30T05:52:12Z
dc.date.issued 2020
dc.identifier.other skp39752
dc.identifier.uri http://hdl.handle.net/123456789/11229
dc.description 6178 - FTA en_US
dc.description.abstract Sejak masa architectural re-establishment pada tahun 1970, atrium telah digunakan sebagai upaya untuk mengkonservasi energi dari sisi pencahayaan alami maupun penghawaan alami. Namun penggunaan atrium sebagai salah satu media penetrasi pencahayaan alami ke dalam bangunan masih memiliki kekurangan, yakni tingkat pencahayaan alaminya yang semakin berkurang jika semakin jauh dari sumber, baik secara horizontal maupun vertikal. Kemiringan atrium merupakan salah satu faktor geometri atrium yang dapat memengaruhi kuantitas pencahayaan alami yang masuk ke atrium dan ruangan sekitarnya secara signifikan. Perubahan variabel kemiringan atrium akan berdampak pada perubahan lebar bukaan atap pada atrium, serta munculnya area lantai ruangan sekitar atrium yang terekspos langsung ke arah bukaan atap atrium, sehingga dapat memengaruhi jumlah cahaya alami yang masuk ke ruangan sekitar atrium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh kemiringan atrium terhadap performa pencahayaan alami pada ruangan sekitar atrium yang ditinjau dari segi distribusi maupun penetrasi, serta untuk mengetahui kemiringan atrium minimal sebagai strategi optimalisasi pencahayaan alami pada objek studi. Tinjauan tersebut berupa nilai average daylight factor yang mengindikasikan kemerataan dan jangkauan daylight factor yang mengindikasikan tingkat penetrasi. Objek studi yang digunakan pada penelitian ini adalah atrium Mall Festival Citylink sebagai salah satu atrium yang merepresentasikan terdapatnya area gelap pada ruangan sekitarnya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif – eksperimental dengan teknik pengumpulan data berupa simulasi virtual. Program komputer Rhinoceros & Grasshopper for Rhino digunakan sebagai visualisasi dan generasi 3D-model, sementara plug-in Honeybee dan Ladybug for Grasshopper digunakan sebagai media simulasi pencahayaan alami. Data yang diperoleh digabungkan dalam program Microsoft Excel dan dianalisa menggunakan program JMP untuk melihat korelasi, signifikansi, dan determinasi antar variabel penelitian. Melalui hasil simulasi, didapat kesimpulan bahwa pada kondisi eksisting objek studi, dua lantai terendahnya belum memenuhi standar average daylight factor 2% dan jangkauan daylight factor 2% sebesar 75% dari total kedalaman ruangan sekitar atrium. Untuk memenuhi standar average daylight factor 2%, atrium cukup memiliki kemiringan minimal 7° atau kemiringan yang disarankan 10°. Tetapi angka kemiringan ini belum cukup untuk memenuhi standar jangkauan daylight factor. Agar seluruh lantai ruangan sekitar atrium memenuhi standar jangkauan daylight factor tesebut, dibutuhkan kemiringan minimal 11° atau kemiringan yang disarankan 15°. en_US
dc.language.iso Indonesia en_US
dc.publisher Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik - UNPAR en_US
dc.subject kemiringan. en_US
dc.subject ruangan sekitar atrium en_US
dc.subject average daylight factor en_US
dc.subject jangkauan daylight factor en_US
dc.subject atrium Mall Festival Citylink en_US
dc.title Pengaruh kemiringan atrium terhadap performa pencahayaan alami pada ruangan sekitar atrium en_US
dc.type Undergraduate Theses en_US
dc.identifier.nim/npm NPM2016420059
dc.identifier.nidn/nidk NIDN0401118203
dc.identifier.kodeprodi KODEPRODI611#Arsitektur


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search UNPAR-IR


Advanced Search

Browse

My Account