dc.contributor.advisor |
Barlian, Inge |
|
dc.contributor.author |
Siswaji, Vito |
|
dc.date.accessioned |
2017-03-21T04:26:29Z |
|
dc.date.available |
2017-03-21T04:26:29Z |
|
dc.date.issued |
2017 |
|
dc.identifier.other |
skp33593 |
|
dc.identifier.uri |
http://hdl.handle.net/123456789/1075 |
|
dc.description |
22365 - FE |
en_US |
dc.description.abstract |
Fokus pemerintah Indonesia pada tahun 2016 adalah pembangunan infrstruktur selain itu presiden Jokowi juga menetapkan kebijakan pengampunan pajak. Hal ini akan menyebabkan pembangunan infrastruktur akan didukung oleh kebijakan pengampunan pajak karena dana hasil pengampunan pajak akan sebagian besar digunakan oleh pemiliknya untuk diinvestasikan kedalam benduk properti. Dengan berkembangnya industri properti maka juga akan meningkatkan penjualan bahan bakunya seperti keramik. Berita ini menjadi peluang untuk pebisnis keramik maka dari itu setiap perusahaan keramik harus berlomba untuk memenuhi permintaan keramik di pasar dan juga memerhatikan biaya yang digunakan harus seefisien mungkin agar keuntungan yang dicapai maksimal. Salah satu perusahaan yang berkecimpung dalam industri keramik adalah PT. G. PT. G merupakan perusahaan distribusi keramik dimana pasokan barang jadi keramik didatangkan dari Medan dan didistribusikan pada daerah Jawa Barat. Penulis dalam melakukan penelitiannya menggunakan metode penelitian deskriptif dimana penulis mengumpulkan, menganalisis, dan menyajikan data sehingga dapat menampilkan objek yang diteliti dan memberikan kesimpulan berikut solusi. Data yang digunakan merupakan data primer dan data sekunder dengan teknik pengumpulan data seperti studi literatur, studi dokumenter dan wawancara tidak terstruktur. Penulis mengamati kondisi perusahaan pada tahun 2016 mengalami kerugian sebesar -Rp30.562.967 lalu penulis juga melihat adanya biaya yang besar pada biaya angkut sebesar Rp1.020.191.127 dimana biaya tersebut mempunyai peluang untuk diefisiensi Penulis juga mengamati adanya ketidak-efisienan dalam pemakaian biaya angkut dimana sebanyak 80% biaya ngakut dikeluarkan untuk menyewa truk jasa ekspedisi. Dari hasil wawancara dengan manajer keuangan PT. G biaya yang dikeluarkan untuk menyewa truk jasa ekspedisi tersebut semakin meningkat setiap tahunnya dan pelayanan yang diberikan kurang memuaskan seperti ketidaksiapan truk saat dibutuhkan. Dengan melihat permasalahan yang terjadi penulis memberi saran kepada PT. G untuk mengganti biaya sewa truk jasa ekspedisi dengan berinvestasi truk sendiri dengan memakai truk sendiri diharapkan akan mengurangi biaya angkut yang merupakan biaya dengan proporsi terbesar dan meningkatkan keuntungan jangka panjang. |
en_US |
dc.publisher |
Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi - UNPAR |
en_US |
dc.subject |
perencanaan keuangan, pembelian aset tetap, efisiensi |
en_US |
dc.title |
Peran perencanaan keuangan dengan adanya pembelian aset tetap dalam meningkatkan kinerja keuangan PT. G |
en_US |
dc.type |
Undergraduate Theses |
en_US |
dc.identifier.nim/npm |
NPM2013120047 |
|
dc.identifier.nidn/nidk |
NUPN9990373192 |
|
dc.identifier.kodeprodi |
KODEPRODI603#Manajemen |
|