Pemeriksaan operasional terhadap aktivitas produksi untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses produksi : studi kasus pada PT. LT Plastik

Show simple item record

dc.contributor.advisor Wirawan, Samuel
dc.contributor.author Larasati, Francisca Shinta Dewi
dc.date.accessioned 2020-04-01T03:10:57Z
dc.date.available 2020-04-01T03:10:57Z
dc.date.issued 2019
dc.identifier.uri http://hdl.handle.net/123456789/10323
dc.description 23867 - FE en_US
dc.description.abstract Sepanjang tahun 2018, industri manufaktur memberikan kontribusi sebesar 19,86% terhadap struktur produk domestik bruto. Kemajuan pada industri manufaktur ini selaras dengan peningkatan pada industri manufaktur plastik dalam kurun waktu dua tahun terakhir. PT LT Plastik merupakan salah satu industri manufaktur plastik yang memproduksi berbagai macam produk berbahan dasar plastik, salah satunya adalah plastic bobbins (gulungan benang) untuk perusahaan tekstil. Kualitas produk yang dihasilkan PT LT Plastik sudah diakui secara internasional, dibuktikan dengan penjualan plastic bobbins yang mampu menembus pasar mancanegara. Walaupun begitu, diketahui aktivitas produksi di PT LT Plastik belum berjalan dengan efektif dan efisien, ditandai dengan adanya kecacatan pada produk. Dengan adanya kecacatan pada produk, perusahaan harus menanggung sejumlah kerugian serta mengeluarkan biaya tambahan untuk melakukan proses recycle pada produk cacat. Oleh karena itu, diperlukan pemeriksaan operasional terhadap aktivitas produksi PT LT Plastik untuk dapat mengetahui penyebab terjadinya kecacatan pada produk plastic bobbins. Pemeriksaan operasional adalah proses analisis yang dilakukan terhadap kondisi perusahaan dan memberikan penilaian terhadap aktivitas operasinya, kemudian memberikan rekomendasi penyelesaian terbaik atas masalah yang terjadi, maupun yang mungkin terjadi di masa yang akan datang. Pemeriksaan operasional dapat dilakukan juga pada proses produksi. Produksi adalah kegiatan yang dilakukan untuk menciptakan barang dan jasa. Proses produksi merupakan kegiatan merubah input menjadi output yang memiliki nilai jual, yang terjadi dalam satu periode waktu produksi. Pelaksanaan proses produksi yang baik bergantung kepada perencanaan dan pengendalian produksi yang dilakukan. Adanya kecacatan pada produk yang diproduksi, menunjukkan bahwa proses perencanaan dan pengendalian produksi yang dilakukan pada proses produksi masih belum efektif dan efisien. Objek penelitian ini adalah pemeriksaan operasional terhadap aktivitas produksi untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi aktivitas produksi pada PT LT Plastik. Metode penelitian yang digunakan adalah studi deskriptif untuk dapat mengetahui faktorfaktor apa saja yang menyebabkan kecacatan pada produk. Dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta dibantu oleh studi literatur, peneliti mengumpulkan data yang dibutuhkan untuk penelitian. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui terdapat kecacatan pada 8.758 pcs plastic bobbins yang terjadi selama tahun produksi 2018, yang terbagi ke dalam empat jenis cacat : hole side break, hooked, scraggly, dan no small hole. Kecacatan tersebut terjadi akibat pengaruh dari lima faktor berupa faktor manusia sebesar 30,70%, faktor metode sebesar 17,18%, faktor mesin sebesar 12,95%, faktor bahan baku sebesar 37,05%, dan faktor lingkungan sebesar 2,12%, terhadap seluruh kecacatan produk yang terjadi. Kecacatan dengan jumlah tersebut terjadi pada pesanan milik pelanggan lama dan pelanggan baru PT LT Plastik, selama tahun produksi 2018. Kecacatan pada 8.758 pcs produk selama tahun 2018, menimbulkan kerugian harga pokok produk bagi perusahaan sebesar Rp6.798.566. Dengan adanya produk cacat yang terjadi selama tahun 2018, perusahaan harus melakukan proses recycle terhadap produk cacat, sehingga ada biaya tambahan yang harus dikeluarkan perusahaan sebesar Rp23.025,4 untuk mendaur ulang 8.758 pcs produk cacat. Namun, produk cacat yang didaur ulang tersebut dapat dimanfaatkan kembali menjadi bahan baku campuran untuk kegiatan produksi selanjutnya. Oleh karena itu, terdapat nilai bahan baku yang dapat diperoleh kembali dari hasil recycle terhadap 8.758 pcs produk cacat yang terjadi selama tahun 2018 sebesar Rp3.630.380,16. en_US
dc.language.iso Indonesia en_US
dc.publisher Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi - UNPAR en_US
dc.subject Pemeriksaan Operasional en_US
dc.subject efektivitas en_US
dc.subject efisiensi en_US
dc.subject cacat produk en_US
dc.title Pemeriksaan operasional terhadap aktivitas produksi untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses produksi : studi kasus pada PT. LT Plastik en_US
dc.type Undergraduate Theses
dc.identifier.nim/npm NPM2014130071
dc.identifier.nidn/nidk 9900993398
dc.identifier.kodeprodi ODEPRODI604#Akuntansi


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search UNPAR-IR


Advanced Search

Browse

My Account