Faktor-faktor yang mempengaruhi pembuatan kebijakan Pemerintah Inggris terkait praktik Female Genital Mutilation/Cutting yang dilakukan oleh kelompok imigran di Inggris

Show simple item record

dc.contributor.advisor Yazid, Sylvia
dc.contributor.author Debora, Juste
dc.date.accessioned 2018-07-11T02:06:38Z
dc.date.available 2018-07-11T02:06:38Z
dc.date.issued 2018
dc.identifier.other skp35981
dc.identifier.uri http://hdl.handle.net/123456789/6437
dc.description 8248 - FISIP en_US
dc.description.abstract Female Genital Mutilation/Cutting merupakan praktik berbahaya yang diwariskan secara turun temurun di kalangan kelompok imigran yang tinggal di Inggris. Berkat aktivitas migrasi yang terjadi di Inggris, praktik tersebut sampai ke Inggris dan menyebar di antara kelompok imigran di sana. Sebagai tanggapan terhadap penyebaran praktik tersebut, pemerintah Inggris membuat rangkaian kebijakan yang bertujuan untuk menghentikan penyebaran praktik tersebut lebih lanjut di Inggris. Kebijakan-kebijakan tersebut tidak dapat dibuat begitu saja karena di balik proses pembuatan kebijakan membutuhkan faktor-faktor yang mempengaruhi proses tersebut. Oleh karena itu, muncullah rumusan penelitian “Apa faktor-faktor yang mempengaruhi pembuatan kebijakan pemerintah Inggris terkait praktik Female Genital Mutilation/Cutting (FGM/C) yang dilakukan oleh kelompok imigran di Inggris?” Penulis menggunakan jenis penelitian deskriptif analitis dan sebuah konsep operasional untuk menjelaskan fenomena tersebut, yaitu konsep policy making. Konsep policy making berperan sebagai alat untuk menjelaskan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pembuatan kebijakan pemerintah Inggris terkait praktik FGM/C. Konsep ini didukung dengan teori feminisme radikal dan liberalisme sosiologis yang masing-masing berperan sebagai unsur penjelas dari latar belakang yang mendorong faktor-faktor tersebut dijadikan sebagai bahan masukan pembuatan kebijakan, yaitu a) sudut pandang yang menunjukkan bahwa praktik tersebut merupakan bentuk pelanggaran terhadap hak asasi perempuan sehingga penyebarannya harus dihentikan, dan b) koneksi dan jalinan kerja sama antara kelompok masyarakat di Inggris. Pada akhirnya, penulis menemukan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi pembuatan kebijakan pemerintah Inggris terkait praktik FGM/C berasal dari komitmen pemerintah Inggris terhadap perjanjian dan konferensi internasional yang disepakati, dan dorongan serta tuntutan yang berasal dari kelompok masyarakat melalui jalinan kerja sama dan kegiatan yang dilakukan oleh kelompok masyarakat Inggris. en_US
dc.language.iso Indonesia en_US
dc.publisher Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik - UNPAR en_US
dc.subject female genital mutilation/cutting en_US
dc.subject kebijakan pemerintah Inggris en_US
dc.subject kerja sama en_US
dc.subject kelompok masyarakat en_US
dc.subject NGO en_US
dc.subject asosiasi/serikat pekerja en_US
dc.title Faktor-faktor yang mempengaruhi pembuatan kebijakan Pemerintah Inggris terkait praktik Female Genital Mutilation/Cutting yang dilakukan oleh kelompok imigran di Inggris en_US
dc.type Undergraduate Theses en_US
dc.identifier.nim/npm NPM2013330175
dc.identifier.nidn/nidk NIDN0419017601
dc.identifier.kodeprodi KODEPRODI609#Ilmu Hubungan Internasional


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search UNPAR-IR


Advanced Search

Browse

My Account