Abstract:
Pemanfaatan Daerah Aliran Sungai (DAS) sebagai objek penelitian, dimana pengembangan instalasi instrumentasi pengukuran hidrologi dilakukan, belum menjadi prioritas di negara berkembang seperti Indonesia. Padahal, kebijakan alokasi DAS penelitian sangat berguna dalam menguji performa model hujan-limpasan. Dengan menggunakan DAS Jiangwan yang merupakan DAS penelitian yang terletak di
Provinsi Zhejiang, China, dengan data hidrologi harian tersedia dari tahun 1971 - 1986, studi ini bertujuan untuk menguji kestabilan model Xinanjiang, model hidrologi terdistribusi yang memanfaatkan data sistem informasi geografis sebagai masukan data geospasialnya. Kestabilan yang dimaksud adalah kestabilan parameter model yang dihasilkan, sesuai dengan hipotesa awal berdasarkan tata guna lahan pada DAS yang tidak berubah. Metode yang digunakan berupa metode trial and error dalam kalibrasi parameter yang ada. Hasil analisis menunjukkan kestabilan parameter tercapai, kecuali empat parameter yang sedikit mengalami perubahan yaitu KG, KI, CG, CI dan dua komponen yaitu WUM dan WLM. Seluruh perubahan terjadi pada unsur yang berhubungan dengan proporsi aliran bawah permukaan, yaitu interflow dan aliran air tanah. Tanpa memperhatikan simulasi tahun 1977 yang kualitas datanya tidak memenuhi kriteria keandalan, Nash-Sutcliffe dan relative error yang digunakan sebagai kriteria evaluasi menunjukkan hasil yang memuaskan, dengan nilai rata-rata berturutan 0.59174 dan 0.0479. Hasil ini menunjukkan kontribusi besar yang diberikan oleh aplikasi teknologi pintar dalam simulasi model neraca air.
Description:
Makalah dipresentasikan pada Seminar Nasional Teknik Sumber Daya Air 2015 "Pengelolaan Terpadu Untuk Mendukung Ketahanan Air Berkelanjutan di Kawasan Perkotaan". Jurusan Teknik Sipil ITENAS. Bandung, 12 September 2015.