Analisis kesesuaian pengungkapan aspek material berdasarkan GRI Sustainability Topic for Sector dan SASB Materiality MAP TM : studi kasus pada perusahaan sektor farmasi yang terdaftar di BEI tahun 2018

Show simple item record

dc.contributor.advisor Permatasari, Paulina
dc.contributor.author Lai'bunga, Ruth Orchidian
dc.date.accessioned 2020-04-02T02:46:53Z
dc.date.available 2020-04-02T02:46:53Z
dc.date.issued 2019
dc.identifier.other skp39006
dc.identifier.uri http://hdl.handle.net/123456789/10348
dc.description 23878 - FE en_US
dc.description.abstract Peningkatan konsumsi dari produk-produk seperti obat, personal care, dan farmasi akan berlipat ganda seiring pertumbuhan populasi dunia yang diprediksi oleh PBB akan mencapai 9,7 miliar pada tahun 2050 (United Nation, 2019). Meskipun ketergantungan pada bahan baku impor yang mencapai 95% (kemenperin.go.id, 2018) menyebabkan harga obat di Indonesia masih mahal, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia mencatat bahwa industri farmasi obat kimia dan obat tradisional di Indonesia telah mengalami pertumbuhan positif dari konsumsi masyarakat dan konsumsi pemerintah yang mencapai angka sebesar 4,46% (Indonesia.go.id, 2019). Di balik besarnya konsumsi produk farmasi, masih banyak perusahaan farmasi Indonesia yang belum memiliki sertifikat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) yang seharusnya menjadi jaminan mutu obat yang akan dikonsumsi masyarakat. Hal ini dapat menjadi ancaman bagi konsumen sebagai pemangku kepentingan perusahaan farmasi. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kesesuaian pengungkapan perusahaan farmasi terhadap standar aspek material pada sektor farmasi yang dibuat oleh GRI dan SASB. Keberadaan perusahaan dan institusi dituntut oleh pemangku kepentingan bukan hanya untuk menghasilkan laba yang setinggi-tingginya, tetapi aktivitas perusahaan diharapkan untuk memberikan dampak positif kepada pemangku kepentingan, salah satu contohnya adalah masyarakat. Kehadiran tuntutan di masyarakat membuat banyak perusahaan sadar dan melaksanakan corporate social responsibility (CSR) (Lukman, 2012). Pemilihan aktivitas CSR yang strategis sesuai dengan visi perusahaan dapat membentuk competitive advantage (Frynas, 2012). Dalam memilih aktivitas CSRnya, perusahaan perlu menentukan mana aktivitas CSR yang penting atau disebut material. GRI Sustainability Topic for Sectors dan SASB Materiality MapTM sektor Pharmaceutical, Biotechnology dan Life Sciences telah menyusun aspek-aspek material yang spesifik untuk sektor farmasi yang dapat dijadikan acuan perusahaan farmasi Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif untuk memberikan penulis sebuah riwayat atau menggambarkan aspek-aspek yang relevan dengan fenomena perhatian dari perspektif seseorang, organisasi, orientasi industri, atau lainnya (Sekaran & Bougie, 2016). Teknik pengumpulan yang dilakukan adalah dengan studi literatur dan pengumpulan data sekunder. Objek penelitian dalam penelitian ini adalah pengungkapan aspek material yang disajikan perusahaan dalam sustainability report atau annual report dari delapan perusahaan sektor farmasi yang terdaftar dalam BEI tahun 2018 dan dibandingkan dengan GRI Sustainability Topic for Sectors dan SASB Materiality MapTM. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa seluruh perusahaan pada sektor farmasi telah mengungkapkan beberapa aspek material berdasarkan GRI Sustainability Topic for Sectors dan SASB Materiality MapTM. Perusahaan-perusahaan farmasi Indonesia telah mengungkap 35% dari keseluruhan aspek GRI Sustainability Topic for Sectors dan 43% dari seluruh aspek SASB Materiality MapTM, yang artinya rata-rata pengungkapan perusahaan farmasi berada di bawah 50% dari keseluruhan aspek material yang terdapat pada masing-masing standar. Pada saat membandingkan GRI Sustainability Topic for Sectors dan SASB Materiality MapTM, ditemukan bahwa 58% dari keseluruhan aspek pada GRI Sustainability Topic for Sectors dapat disetarakan dengan 74% dari keseluruhan aspek pada SASB Materiality MapTM. Hal ini menunjukkan bahwa kedua standar memiliki beberapa aspek material yang membahas hal serupa yang dijabarkan dari sudut pandang masing-masing standar. Melalui penelitian ini, perusahaan disarankan untuk lebih memahami aspek material pada setiap standar agar pemilihan aktivitas CSR sesuai dengan yang memang dibutuhkan perusahaan dan stakeholders, penelitian dengan periode lebih panjang diperlukan agar dapat memperlihatkan perubahan pemilihan aktivitas CSR perusahaan farmasi yang disebabkan kasus-kasus khusus yang hanya terjadi pada periode tertentu. en_US
dc.language.iso Indonesia en_US
dc.publisher Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi - UNPAR en_US
dc.subject aspek material en_US
dc.subject GRI Sustainability Topic for Sectors en_US
dc.subject SASB Materiality Map en_US
dc.title Analisis kesesuaian pengungkapan aspek material berdasarkan GRI Sustainability Topic for Sector dan SASB Materiality MAP TM : studi kasus pada perusahaan sektor farmasi yang terdaftar di BEI tahun 2018 en_US
dc.type Undergraduate Theses
dc.identifier.nim/npm NPM2015130082
dc.identifier.nidn/nidk NIDN0419107101
dc.identifier.kodeprodi KODEPRODI604#Akuntansi


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search UNPAR-IR


Advanced Search

Browse

My Account