dc.contributor.advisor |
Kusliansjah, Yohanes Karyadi |
|
dc.contributor.advisor |
Suriansyah, Yasmin |
|
dc.contributor.author |
Soeherman, Harry |
|
dc.date.accessioned |
2023-07-13T04:17:03Z |
|
dc.date.available |
2023-07-13T04:17:03Z |
|
dc.date.issued |
2023-02-09 |
|
dc.identifier.other |
tes2232 |
|
dc.identifier.uri |
http://hdl.handle.net/123456789/15488 |
|
dc.description.abstract |
Pertumbuhan jumlah mahasiswa yang semakin tinggi dan ketersediaan lahan di perkotaan semakin terbatas menyebabkan bangunan kampus dibuat berlantai banyak, sehingga resiko perguruan tinggimeningkat dalam menanggung biaya operasionalnya.Salah satu upaya penghematan adalah dengan penerapan bangunan gedung hijau (BGH) dengan parameter penghematan energiuntuk mengurangi beban daya listrik penggunaan sistem pengkondisian udara dan penerangan buatan. Nilai Standar Overall Thermal Tranfer Value (OTTV)danbesaran pencahayaan alami yang ditentukan dari luas ruang untuk bekerja merupakan upaya penerapan penghematan energi. Permasalahan bahwa OTTV menuntut bukaan minimal bertolak belakang dengan pencahayaan alami yang memerlukan bukaanmaksimal, maka desain fasad berupa profil dinding dan bukaan bangunan gedung kampus berlantai banyak perlu dirancang sedemikian rupa agar terdapat optimalisasi perimbangan terhadap capaian nilai masing-masing.
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kriteria desain profil dinding dan bukaan pada bangunan gedung kampus berlantai banyak berdasarkanoptimalisasi perimbangan OTTV dan besaran pencahayaan alami. Obyek penelitian dilakukan pada gadung Tower Utara PPAG2Universitas Katolik Parahyangan dengan membandingkan studi preseden tiga gedung pada kampus Universitas Gadjah Mada yang telah tersertifikasi green building. Metoda penelitian dilakukan dengan perhitungan kalkulator OTTV dan simulasi cahaya alami DIALux Evo serta metoda deskriptif komparasi atas hasil perhitungan dan simulasi dengan output nilai OTTV danbesara pencahayaan alami studi preseden ditinjau dari profil dinding dan bukaan. Hasil penelitian menunjukan kriteria desain profil dinding dan bukaan yang optimal untuk perimbangan OTTV dan pencahayaan alami adalah bila desain bukaan dibuat maksimum untuk pencahayaan alami, maka untuk mencapai OTTV minimun dilakukan modifikasi antara penerapan peneduh eggcrate atau bukaan masimal dengan memakai modifikasi material kaca yang memiliki nilai shading factor (SC) yang serendah mungkin. |
en_US |
dc.language.iso |
Indonesia |
en_US |
dc.publisher |
Program Studi Magister Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Parahyangan |
en_US |
dc.subject |
PERIMBANGAN |
en_US |
dc.subject |
OTTV |
en_US |
dc.subject |
PENCAHAYAAN ALAMI |
en_US |
dc.subject |
PROFIL DINDING DAN BUKAAN |
en_US |
dc.title |
Optimalisasi perimbangan OTTV dengan besaran pencahayaan alami melalui komparasi desain profil dinding dan bukaan |
en_US |
dc.type |
Master Theses |
en_US |
dc.identifier.nim/npm |
NPM8111801015 |
|
dc.identifier.nidn/nidk |
NIDN0420125401 |
|
dc.identifier.nidn/nidk |
NIDN0409075701 |
|
dc.identifier.kodeprodi |
KODEPRODI811#Arsitektur |
|